FOTO BERSAMA– Foto bersama usai pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di SMKN II Mimika- Mapurjaya, Sabtu (2/11) (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKA TIMIKAEXPRESS.id – Januari hingga November 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat  sebanyak 360 orang  terinveksi HIV, 48 persen diantaranya adalah usia produktif.

Demikian disampaikan Reynold Ubra, Kepala Dinkes, melalui Penanggungjawab (pj) HIV-AIDS pada Dinkes Mimika, Yoan Tauran saat peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2023 di SMKN II – Mapurujaya, Sabtu (2/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut Arnold Kayame, perwakilan PT Freeport Indonesia,  Privatisasi Freeport, Komunitas Pemerhati HIV-AIDS dengan tema “Bergerak Bersama Komunitas, Akhiri AIDS 2023”.

Kegiatan ini melibatkan PT Freeport Indonesia, YPMAK, Germas, dan beberapa Perusahaan di Mimika.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Rizal Ubra melalui Yoan Tauran mengatakan sesuai tema nasional Hari AIDS Sedunia maka pesannya harus dilakukan dengan peran aktif komunitas dalam melakukan perubahan, berkontribusi dalam pencegahan penularan HIV kepada orang, terutama pasangan, memanfaatkan teknologi dalam menyebarkan informasi HIV, ciptakan generasi bebas stigma.

“Berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS telah dilakukan baik oleh Kementerian maupun lembaga-lembaga swasta, lembaga masyarakat, lembaga donor maupun kelompok masyarakat peduli AIDS sesuai tugas pokok masing-masing. Namun demikian upaya tersebut harus ditingkatkan bersama,” ujarnya.

Sehingga hari AIDS tahun ini, Pemkab Mimika lebih memfokuskan kegiatan yang untuk para pelajar. Diharapkan melalui kegiatan ini, adanya keterlibatan seluruh masyarakat maupun anak muda dalam pengendalian dan pencegahan pelanggaran HIV AIDS di Kabupaten Mimika.

Dikatakan, sejak Januari hingga September 2023 data kasus berjumlah 360 kasus orang yang terinfeksi virus HIV maupun AIDS.

“Dari data itu saja 48 persen merupakan usia produktif, maka dari itu mari kita bersama-sama jaga diri dari perilaku yang kurang sehat dalam hal ini prilaku sex yang menyimpang,” jelasnya.

Selanjutnya Arnold Kayame, perwakilan dari PTFI mengatakan, peringatan Hari AIDS Sedunia merupakan sebuah kesempatan untuk bersama-sama merefleksikan diri, mengingat dan menghadapi tantangan serius yang dihadapi oleh mereka yang terkena dampak virus HIV serta memperkuat komitmen bersama dalam memerangi stigma.

“Sesuai data yang diberikan Dinkes Provinsi Papua Tengah, ada dua kabupaten yang sangat tinggi tingkat penularan HIV-AIDS, yang pertama Nabire dan kedua Kabupaten Mimika, ini pertanda bahwa kita dalam sinyal lampu kuning, sehingga mari kita bersama-sama mengatasi penularan yang semakin melebar” ujarnya.

Menurutnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan bersama demi meberantas HIV AIDS, pertama memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana HIV AIDS dapat ditularkan, kedua meningkatkan kesadaran tentang cara mencegah penularan HIV, ketiga pastikan penderita HIV mendapatkan perawatan dan perhatian secara khusus untuk mengatasinya, dan keempat dukungan emosional bagi mereka yang terkena HIV.

“Bersama-sama kita bersatu melawan virus ini, kita ciptakan tindakan nyata untuk menghormati dan memberikan hak untuk hidup yang sama, PTFI akan terus mendukung semua upaya yang dilakukan Pemkab Mimika dalam penanganan kasus HIV-AIDS di Mimika,” pungkasnya.(ela)