FOTO BERSAMA – Lussy Talahatu,S.Pd.,M.Pd, Kepala Sekolah Dasar (SD) Inpres Fakafuku didampingi para guru foto bersama anak-anak murid usai upacara Hardiknas di Lapangan Upacara SD Inpres Fakafuku pada Kamis, 2 Mei 2024. (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati pada 2 Mei setiap tahunnya.
Tahun ini, 2 Mei jatuh pada Hari Kamis, dimana pemerintah menetapkan 2 Mei sebagai Hardiknas karena merupakan tanggal lahir Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, yakni Ki Hadjar Dewantara.
Karenanya, setiap instansi mulai pusat hingga daerah termasuk sekolah-sekolah menyemarakkan perayaan Hardiknas dengan mengusung tema Hardiknas “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”.
Seperti halnya semarak perayaan Hardiknas di lingkup SD Inpres Fakafuku, Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada 2 Mei 2024.
Peringatan Hardiknas yang diikuti 145 peserta didik dan para guru, 90 persen peserta upacara mengenakan pakaian adat Suku Sempan (Kamoro).
Adapun yang bertindak sebagai petugas upacara adalah guru-guru dengan dibantu petugas medis dari Pustu Fakafuku.
Nuansa berbeda pada perayaan Hardiknas di pedalaman Mimika, yakni SD Inpres Fakafuku, ini tidak menyurutkan semangat peserta didik maupun para guru.
Dengan mengusung tema, “Bergerak Bersama Mewujudkan Merdeka Belajar”, semarak perayaan Hardiknas dirangkaikan dengan aneka lomba, yakni lomba tarian seka bersama, dan diakhiri dengan makan bersama.
Lussy Talahatu,S.Pd.,M.Pd, Kepala Sekolah Dasar (SD) Inpres Fakafuku dalam upacara bendera mengatakan, dengan pendidikan kita dapat mencapai kesuksesan, menjadi pemimpin masa depan serta menjadi tuan di atas tanah ini.
“Semua orang harus bergerak dan bekerja sama, baik para guru, orang tua dan peserta didik,” pesannya saat menyampaikan amanat pada upacara Hardiknas.
Ia pun mengimbau kepada peserta didik agar rajin masuk sekolah, jangan lagi ikut orang tua ke pulau untuk melaut, kemudian tinggal di befak-befak (hunian darurat).
“Peserta didik harus manfaatkan layanan pendidikan gratis yang disediakan pemerintah. Karena guru-guru hadir untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik, untuk mencerdaskan anak bangsa,” seryunya.
Ia juga berpesan kepada para guru supaya tulus dan ikhlas dalam menjalankan tugas serta melaksanannya dengan penuh tanggung jawab dan kasih.
“Karena dengan kasih kita dapat merangkul anak-anak,” tandasnya.
Untuk diketahui, penetapan Hardiknas dilatarbelakangi oleh sosok yang memiliki jasa luar biasa di dunia pendidikan, yaitu Ki Hadjar Dewantara, yang lahir pada 2 Mei 1889 silam.
Peringatan Hardiknas tidak semata-mata mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, tetapi lebih dari itu merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan. (vis)















Tinggalkan Balasan