PENGUKUHAN– Prosesi pengukuhan Jurnalis Perempuan Mimika di Hotel Grand Tembaga Timika, Papua Tengah pada Rabu (17/1/2024). (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Badan Pengurus Jurnalis Perempuan Mimika (JPM) periode 2023-2025 secara resmi dikukuhkan oleh Robert Kambu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika.

Prosesi pengukuhan di Ballroom Hotel Grand Tembaga pada Rabu (17/1/2024) ditandai penandatanganan berita acara pelantikan.

Hadir saat itu, Yan Slamat Purba, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika, Kristin Walelang, Kasubag Humas pada Bagian Humas dan Protokol Setda Mimika.

Adapun amanat Bupati Mimika yang disampaikan Robert Kambu, menekankan wartawati harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan di Kabupaten Mimika.

Karenanya, ia mengajak seluruh jurnalis untuk dapat menjalankan tugas jurnalistik sesuai kaidah yang berlaku.

Terlebih selama menjalankan tugas, hendaknya selalu mengedepankan dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Dengan begitu, jurnalis dapat berperan sebagai sosial kontrol yang sebenar-benarnya.

“Jurnalis memiliki tugas penting dalam pembangunan daerah lewat pemberitaan yang konstruktif dan inspiratif. Selain itu, jurnalis juga merupakan mitra Pemkab Mimika dalam menjalankan dan menyampaikan program-program kerja kepada masyarakat secara efektif,” ujarnya.

Untuk itu, melalui pengukuhan ini kiranya semakin menguatkan semangat para jurnalis untuk menyampaikan informasi secara berimbang, termasuk menyuguhkan dan menyajikan informasi yang cerdas, berisi, dan mendidik terlebih tentang Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Elsina Mnsen, Ketua Jurnalis Perempuan Mimika  dalam sambutannya mengatakan, organisasi ini telah ada sejak 11 Juli 2022 lalu.

Kata dia, ini merupakan momen yang sudah dinanti-nanti oleh para jurnalis perempuan.

Organisasi ini merupakan organisasi lokal yang lahir dari dibentuk para jurnalis perempuan di Kabupaten Mimika yang ingin eksis bak rekan-rekan seprofesi di daerah lainnya, serta sadar akan pentingnya peran perempuan dalam kemajuan jurnalistik di daerah.

Lebih lanjut dikatakan, jurnalis perempuan Mimika ini bersuara untuk pekerja pers perempuan dalam konteks terintimidasi saat menjalankan profesi dan tugas jurnalistik.

Ia berharap agar seluruh wartawati dalam JPM dapat saling bergandengan tangan saling mendukung untuk mensukseskan program kerja yang akan dirumuskan ke depan.

“Mari kita tinggalkan ego pribadi dan sentiman kelompok termasuk sikap lainnya yang bisa jadi pemecah sehingga kita tidak dicap ada dualisme dalam wadah kecil ini yang berjumlah 18 orang jurnalis perempuan di Mimika,” sebutnya.

Menurut Echi kerap ia disapa, dalam satu organisasi pastinya ada perbedaan pendapat, namun bagaimana kita mengkolaborasikan perbedaan itu menjadi masukan yang baik untuk menjadikan JPM sebagai wadah pemersatu yang solid, kritis di tengah arus perkembangan media yang dinamis.

Diharapnya pula, ke depan perusahaan pers di Mimika dapat membuka ruang lebih guna mengakomodir jurnalis perempuan di Mimika, terutama perempuan-perempuan Papua yang berpotensi di dunia jurnalistik.

Pada kesempatan itu, Echi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Mimika atas dukungannya.

“Ke depan program-program JPM dapat terus didukung sehingga JPM dapat terus eksis dan bersama pemerintah membangun Mimika,”pungkasnya. (kay)