TIMIKA, timikaexpress.id – Toko Emas Hana di Jalan Ahmad Yani menghabiskan dana sekitar Rp800 juta hanya dalam waktu singkat untuk membeli emas hasil dulangan para pendulang di Mimika.

Penanggung jawab toko, Juma, mengatakan pembelian dilakukan dengan harga Rp2 juta per gram.

Dana tunai tersebut langsung habis dalam beberapa jam operasional pada Selasa (24/2/2026).

“Uang kami sudah habis untuk membeli emas dari para pendulang sebelumnya. Itu sebabnya toko sempat tutup,” ujarnya.

Ia menegaskan penutupan toko bukan penolakan terhadap pendulang, melainkan keterbatasan ketersediaan dana untuk pembelian lanjutan.

Sementara itu, pelaku usaha emas lainnya mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas membuat pengusaha lebih berhati-hati.

Menurutnya, emas batangan kini lebih diminati karena margin keuntungan lebih terukur.

“Kalau emas dulangan, biasanya harus dilebur dulu untuk memastikan kadar dan beratnya. Harganya juga sedikit lebih rendah karena ada risiko dan keterbatasan modal,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dari pantauan timikaexpress.id, hanya toko emas Hana yang buka dan membeli emas hasil dulang dari para pendulang.

Sebelumnya, para pendulang sempat melakukan aksi protes di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Leo Mamiri karena sejumlah toko emas tutup dan tidak membeli hasil dulangan.

Aksi tersebut berujung bentrok dengan aparat keamanan sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan. (red)