RAKOR – Suasana kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan validasi data program pendidikan gratis yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah bagi jenjang SMA/SMK yang berlangsung di Kabupaten Mimika, Senin (28/7/2025) (ANTARA/HO-Humas Setda Pemprov Papua Tengah)

JAYAPURA, TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Provinsi Papua Tengah tengah melakukan validasi data program pendidikan gratis untuk jenjang SMA dan SMK di tiga kabupaten, yakni Mimika, Puncak, dan Puncak Jaya.

Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Fasilitas Pendidikan pada Dinas Pendidikan Papua Tengah, Yulianus Kuayo, menyampaikan bahwa validasi data ini dilakukan untuk memastikan jumlah siswa di jenjang pendidikan menengah serta mendata angka putus sekolah di wilayah tersebut.

“Langkah ini penting untuk mengetahui secara pasti berapa banyak anak-anak kita yang bersekolah, serta berapa yang tidak melanjutkan pendidikan,” ujar Yulianus dalam keterangannya yang diterima di Jayapura, Senin (29/7).

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berkomitmen memberikan perhatian kepada anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan formal, termasuk mereka yang telah putus sekolah.

“Melalui program pendidikan gratis ini, harapan kami ke depan seluruh anak-anak di Papua Tengah bisa mendapatkan akses pendidikan yang setara,” katanya.

Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), tercatat sekitar 205.000 anak di Papua Tengah tidak sedang mengenyam pendidikan.

Selain itu, sebanyak 700 anak tercatat putus sekolah, sebagian besar di antaranya tidak mampu melanjutkan ke jenjang SMA meskipun telah menyelesaikan SD dan SMP.

“Faktor ekonomi menjadi alasan utama anak-anak tidak bisa melanjutkan studi. Karena itu, program pendidikan gratis ini kami harapkan bisa menjadi solusi nyata,” jelasnya.

Yulianus menambahkan, validasi data di tiga kabupaten ini sangat penting untuk memastikan agar program berjalan tepat sasaran dan dapat menurunkan angka kemiskinan di Papua Tengah.

“Program pendidikan gratis ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda untuk bisa bersaing dan mengisi peluang kerja ke depan,” tandasnya. (tim)