GAZEBO – Terlihat pembangunan gazebo Kampung Nawaripi yang telah rampung (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk pengembangan empat destinasi wisata di Mimika.

Alokasi anggaran di tahun 2025, meliputi pembangunan gazebo dan toilet di lokasi wisata Kampung Nawaripi dan Kampung Pigapu, pengembangan wisata kolam pemandian Baliem Waga-waga, dan destinasi wisata Gua Maria di Kampung Mulia Kencana SP-7, meliputi pembangunan gapura dan pengecoran lantai.

Realisasi pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, ini sudah rampung 90 persen atau hampir kelar.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Disparpudpora Mimika, Alberthin Timang kepada Timika eXpress, Jumat (20/6/2025), mengatakan alokasi anggaran untuk pengembangan destinasi wisata di beberapa lokasi di Mimika, ini diakomodir melalui dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Beberapa waktu lalu kami tinjau destinasi wisata sekaligus mengecek progres pembangunannya, baik gazebo, toilet, gapura, dan pengecoran lantai, diperkirakan dua pekan lagi sudah selesai pengerjaannya,” ungkapnya.

Dijelaskan pula, alokasi bantuan pembangunan sarana dan prasarana di sejumlah destinasi wisata, ini wujud dukungan pemerintah dalam pengembangan pariwisata di Mimika.

Lebih lanjut, kata Alberthin, sebelum bantuan prasarana diberikan, Disparbudpora Mimika menggelar lomba desa wisata, dimana pemenangnya diberikan hadiah bukan berupa uang cash, melainkan bantuan pembangunan sarana dan prasana guna meningkatkan animo pengunjung.

“Contohnya Kampung Nawaripi ada wisata rohani (Gua Maria) dan kolam pemancingan, Kampung Pigapu ada wisata pengamatan burung, paket wisata makan tambelo, kolam pemancingan, dan teh mangrove. Begitupun wisata Waga-waga dengan kolam pemandian, dan wisata rohani Gua Maria di SP-7,” ungkapnya.

Ia berharap melalui bantuan pembangunan sarana dan prasarana dalam pengembangan destinasi wisata, kampung-kampung dengan destinasi wisata bisa lebih mandiri pengelolaannya, terlebih tingkat kunjungan bisa meningkat. (eno)