RAPAT- Tampak suasana saat Rapat Koordinasi antara instansi terkait wabah ASF di kantor Disnakkeswan Mimika, Kamis (1/2) (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) besama stakeholder sepakat membentuk satgas penanganan Virus African Swine Fever (ASF) yang telah menewaskan ratusan ekor babi di Timika.

Sabelina Fitriani, Kepala Disnakkeswan mengatakan, tujuan dibentuknya satgas ASF ini untuk memutus rantai penyebarannya.

“Jadi ini bertujuan bagaimana kita bisa  bekerja sama untuk mengatasi wabah ini, karena sudah menyangkut banyak hal-hal lain, ” Kata Sabelina Fitriani saat ditemui dikantornya, Kamis (1/2)

Adapun satgas ini akan melibatkan beberapa instansi seperti Balai Karantina, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Polres Mimika, Polsek KP3 Laut, Polsek KP3 udara, kodim 1710/Mimika, Anggota DPRD, serta kepala-kepala distrik di zona merah penyebaran virus ASF.

Sementara itu, Ketua Komis B DPRD Nurman Karupukaro dalam kesempatan yang sama menyebut, wabah ASF merupakan yang pertama kali terjadi di Timika dan perlu penanganan yang serius dan super hati-hati kerena babi ini merupakan makanan bagi mayarakat.

“Dengan membentuk satgas supaya cepat terorganisir kemudian terpadu dan selesai dalam waktu dekat kalau tanpa satgas kerja sendiri saya pikir tidak akan selesai,” katanya.

Menurutnya, langkah pertama yang akan dilakukan satgas  adalah menutup sementara mobilisasi ternak babi baik keluar maupun masuk.

“Setelah satgas ini sudah menyelesaikan tugasnya ini bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah yang lain,” pungkasnya

Sementara itu, laporan terbaru yang diterima Disnakkeswan pada Kamis (1/2) angka kematian ternak bani sudah mencapai 362 ekor. (acm)