Samuel Yogi (FOTO: DOK/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal naik kelas melalui pelatihan, penguatan branding, serta perlindungan kekayaan intelektual (KI).

Komitmen tersebut disampaikan dalam Workshop Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Pelatihan Pengrajin Kabupaten Mimika yang digelar pekan lalu.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Samuel Yogi mengatakan, pemerintah daerah siap mendampingi UMKM agar mampu bersaing hingga ke pasar nasional dan global.

Salah satu fokus utama adalah fasilitasi perlindungan hukum produk unggulan Mimika, seperti noken dan kerajinan lainnya.

“Tahun depan kami menargetkan fasilitasi pengurusan hak KI bagi sekitar 250 hingga 300 pelaku UMKM,” kata Samuel.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Papua Tengah Yulius Manurung menilai pemahaman pengrajin terkait pentingnya perlindungan KI masih terbatas.

Menurut dia, masih banyak pelaku UMKM yang belum mendaftarkan hak cipta dan merek dagang, padahal hal tersebut penting untuk keberlanjutan usaha.

Kolaborasi pemerintah daerah, Dekranasda, dan Biro Hukum Provinsi Papua Tengah diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM Mimika melalui produk yang memiliki legalitas dan branding yang terlindungi. (red)