ANTAR – Personel Reskrim Polres Mimika saat mengantar pelaku ke Bandara untuk di berangkatkan ke Jayapura. (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Kepolisian Resor Mimika mengantar YK pelaku pengrusakan patung Bunda Maria di Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada 27 Oktober lalu ke Rumah Sakit Jiwa Abepura, Jayapura.
Ipda Hempy Ona, SE, Kasi Humas Polres Mimika saat dikonfirmasi Timika eXpress, Selasa (7/11) mengatakan, penyidik Satreskrim telah melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap pelaku YK alias Yance ke Jayapura guna dilakukan pengobatan medis di Rumah Sakit Jiwa di Abepura.
“Benar. Hari ini pelaku sudah dibawa ke sana supaya mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terkait kejiwaannya,” singkatnya.
Seperti diketahui sebelumnya, pada Jumat (27/10) sekitar pukul 03.30 WIT seorang pria tanggung berinisial YK merusak Patung Bunda Maria di gua kompleks Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Dari aksi YK, beberapa bagian dari Patung Bunda Maria setinggi lebih 1 meter itu pecah.
Usai melakukan aksinya, YT sempat melarikan diri, sebelum akhirnya diamankan anggota Polres Mimika.
Buntut aksi tak terpuji dan provokatif itu, kini area gua dimana patung Bunda Maria dipatahkan dipasang police line dan ditutup sementara.
RD Amandus Rahadat, Pastor Paroki Katedral Tiga Raja pun mengimbau umat Katolik Timika untuk tetap tenang.
Umat diimbau tidak termakan hasutan, maupun provokasi menyusul peristiwa pengrusakan patung Bunda Maria.
“Ini masalah sensitif karena tindakan provokasi di Gua Maria, sehingga umat harus tenang, tidak boleh ambil tindakan sendiri terhadap pelaku,” pesan Pastor Amandus melalui seruan moral yang diterima Timika eXpress.
Menurut dia, Imam Projo Dioses Timika sudah melaporkan kasus pengrusakan patung tersebut kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru.
“Ironi sekali. Paus menyerukan umat Katolik berdoa bersama Bunda Maria untuk perdamaian dunia, sementara di Timika, patung di gua Maria dirusak dalam masa doa rosario Bulan Oktober ini,” ujarnya.
Menyikapi kejadian ini, Pastor Amandus pun menduga pelaku menjalankan aksinya dalam keadaan sadar, tidak dalam pengaruh minuman keras.
Ia pun mengkhawatirkan ada rekayasa atas peristiwa ini terkait isu sosial politik akhir-akhir ini di Timika. (ine)















Tinggalkan Balasan