Manuel Neuer (kanan) dan pelatih Curaçao, Dick Advocaat (FOTO:EDIT GETTY IMAGE)

ATLANTA, timikaexpress.id – Laga Grup E Piala Dunia 2026 antara timnas Jerman dan Curaçao tak hanya menghadirkan pesta gol Die Mannschaft dengan kemenangan telak 7-1, tetapi juga diwarnai sejumlah catatan sejarah yang melibatkan dua sosok berbeda generasi, yakni kiper veteran Jerman, Manuel Neuer, dan pelatih Curaçao, Dick Advocaat.

Di tengah dominasi Jerman, Neuer kembali menegaskan statusnya sebagai legenda sepak bola dunia.

Pada usia 40 tahun 79 hari, ia resmi menjadi pemain Jerman tertua yang tampil di turnamen besar, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Lothar Matthäus.

Tak hanya itu, Neuer juga mencatat penampilan kelimanya di putaran final Piala Dunia, menyamai rekor kiper legendaris Meksiko, Antonio Carbajal, yang tampil dalam lima edisi Piala Dunia secara beruntun.

Sementara itu, di kubu Curaçao, Dick Advocaat mencuri perhatian publik dunia.

Pelatih asal Belanda yang berusia 78 tahun itu resmi tercatat sebagai pelatih tertua yang pernah memimpin tim di putaran final Piala Dunia.

Momen emosional terjadi sebelum pertandingan dimulai ketika Advocaat tampak menitikkan air mata saat lagu kebangsaan dikumandangkan.

Adegan tersebut menjadi salah satu momen paling menyentuh sepanjang turnamen.

Meski timnya harus menelan kekalahan telak, Advocaat tetap mencatat sejarah tersendiri.

Selisih usianya dengan pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mencapai hampir 40 tahun dan menjadi perbedaan usia terbesar antara dua pelatih yang pernah saling berhadapan di Piala Dunia.

Kemenangan 7-1 membawa Jerman meraih tiga poin perdana di Grup E, sementara Curaçao masih harus berjuang mencari poin pertama mereka di turnamen ini.

Namun di balik hasil pertandingan, nama Neuer dan Advocaat tetap menjadi sorotan berkat rekor serta sejarah yang mereka torehkan di panggung sepak bola dunia. (red)