FOTO BERSAMA – Ketua FPHS Tsingwarop Yafet Manga Beanal, didampingi Pendeta Samuel Edowai, foto bersama tokoh adat, kepala suku dan masyarakat usai perayaan Natal bersama (FOTO: ISTIMEWA)

TIMIKAEXPRESS.id – Keluarga Besar FPHS Tsingwarop merayakan Hari Raya Natal 2025 dengan menggelar ibadah Natal, penyalaan lilin, dan tradisi bakar batu pada Jumat (27/12/2025).

Gelar perayaan berlangsung di halaman Kantor PT FPHS Tsingwarop, Jalan C. Heatubun, Kwamki Baru, Mimika.

Perayaannya dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pendeta Samuel Edowai, Ketua FPHS Tsingwarop Yafet Manga Beanal, Wakil Ketua FPHS Tsingwarop Yohan Zonggonao, serta tokoh adat, kepala suku, dan tokoh agama.

Natal FPHS Tsingwarop tahun ini mengusung tema “Terang Kristus Menuntun Pejuang FPHS Tsingwarop Menuju Keadilan dan Martabat” yang diambil dari Yesaya 9:1, dengan subtema

“Kristus Hadir dalam Luka, Air Mata, dan Pengharapan Rakyat Adat Tsingwarop”.
Tema tersebut menjadi refleksi atas perjuangan masyarakat adat dalam meraih keadilan dan kehidupan yang bermartabat.

Rangkaian acara diawali dengan penyalaan lilin Natal sebagai simbol terang, harapan, dan kedamaian, kemudian dilanjutkan dengan tradisi bakar batu sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan keluarga besar FPHS Tsingwarop.

Dalam sambutannya, Ketua FPHS Tsingwarop Yafet Manga Beanal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pendiri FPHS serta seluruh keluarga besar yang hadir.

Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat adat dalam perjalanan dan perjuangan FPHS selama ini.

“Tuhan Yesus benar-benar hadir di tengah-tengah kita. Ke depan, kita berharap akan lebih baik lagi. Saya membutuhkan dukungan masyarakat adat sebagai kekuatan akar rumput agar perjuangan ini terus berjalan,” ujar Yafet.

Ia juga menekankan bahwa dengan doa dan dukungan masyarakat, FPHS Tsingwarop mampu melewati perjalanan selama 11 tahun dan terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Perayaan Natal tersebut menjadi momentum refleksi, penguatan iman, dan kebersamaan bagi keluarga besar FPHS Tsingwarop dalam memperjuangkan nilai keadilan, martabat, dan pengharapan. (*/)