LAUNCHING — Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley saat meluncurkan program penerbangan subsidi enam rute pedalaman Papua Tengah di Nabire, Senin (17/8/2026).(FOTO: IST/TIMEX)
NABIRE, timikaexpress.id — Enam rute penerbangan menuju wilayah pedalaman Papua Tengah akan mendapat layanan penerbangan bersubsidi mulai 24 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperluas akses transportasi udara bagi masyarakat.
Program penerbangan subsidi itu diluncurkan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley di Nabire, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penerbangan tersebut merupakan kerja sama Pemprov Papua Tengah dengan PT AMA menggunakan pesawat Pilatus Porter PC-6.
Layanan dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2026.
Enam rute yang dilayani yakni Nabire–Ilaga di Kabupaten Puncak, Nabire–Mulia di Kabupaten Puncak Jaya, Nabire–Bilogai di Kabupaten Intan Jaya, Nabire–Enarotali di Kabupaten Paniai, Nabire–Moanemani di Kabupaten Dogiyai, serta Nabire–Waghete di Kabupaten Deiyai.
Masing-masing rute akan dilayani dua hingga tiga kali dalam sepekan dengan penerbangan pulang-pergi.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk menjamin pelayanan dasar sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat antarkabupaten.
“Pada HUT ke-81 negara ini, negara perlu hadir menjamin rakyatnya di atas tanah ini. Karena itu, melalui Pemerintah Provinsi Papua Tengah, gubernur dan wakil gubernur bersepakat memberikan subsidi penerbangan,” ujar Meki.
Menurut Meki, pembangunan Papua Tengah tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan program pendidikan gratis yang telah menjangkau sekitar 58.000 siswa.
Selain itu, sekitar 6.000 mahasiswa juga mendapat pembiayaan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Kita sudah membuat beberapa program di Provinsi Papua Tengah, salah satunya pendidikan gratis yang sudah berjalan dan mencakup 58 ribu anak sekolah. Selain itu, ada sekitar 6 ribu mahasiswa yang dibiayai langsung oleh pemerintah provinsi,” katanya.
Pemprov Papua Tengah juga membiayai sekitar 1.800 guru untuk memperoleh sertifikasi.
Dukungan pembiayaan diberikan pula kepada sekolah berasrama serta mahasiswa Papua Tengah yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Meki mengatakan, subsidi penerbangan menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi keterisolasian wilayah pedalaman yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Launching kerja sama penerbangan ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kita ingin pelayanan bisa tembus sampai ke wilayah-wilayah pedalaman sehingga transportasi menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Menurut Meki, akses transportasi yang semakin terbuka diharapkan berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, perdagangan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin mempermudah transportasi dari kabupaten ke kabupaten dan dari provinsi ke kabupaten,” katanya.
Pemprov Papua Tengah berharap penerbangan subsidi tersebut dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus memperluas jangkauan pelayanan publik hingga wilayah terpencil.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi udara yang lebih terjangkau. (tim)






















Tinggalkan Balasan