RABU ABU – Akolit memberikan tanda salib dengan abu di dahi umat pada misa Rabu Abu di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Rabu (18/2/2026). (FOTO: YUDITH SANGGU)
TIMIKA, timikaexpress.id – Umat Katolik di Timika resmi memasuki Masa Prapaskah dengan mengikuti Misa Rabu Abu di Katedral Tiga Raja Timika, Rabu (18/2/2026).
Ribuan umat hadir dalam perayaan yang berlangsung khidmat.
Misa dipimpin Pastor Ricky Carol Yeuyanan.
Dalam perayaan itu, umat menerima tanda salib dari abu yang dioleskan di dahi sebagai simbol pertobatan dan kerendahan hati.
Abu menjadi pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.
Momentum religi ini menandai awal perjalanan rohani selama 40 hari menuju Paskah.
Dalam homilinya, Pastor Ricky menegaskan bahwa pertobatan tidak boleh berhenti pada aspek pribadi.
Pertobatan harus berdampak dalam kehidupan nyata.
“Pertobatan harus menyentuh relasi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” serunya.
Ia menyinggung situasi keamanan di Timika yang belakangan diwarnai aksi kekerasan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi refleksi bersama agar umat semakin menghadirkan kasih dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Selain itu, persoalan kerusakan lingkungan seperti deforestasi juga menjadi perhatian serius.
Ia mengingatkan bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata menjaga alam ciptaan.
“Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Relasi yang diperbaiki dengan Tuhan harus berdampak pada keselamatan sesama dan alam ciptaan,” tegasnya.
Pastor Ricky mengajak umat memanfaatkan masa puasa dan pantang sebagai kesempatan membangun pertobatan yang menyeluruh.
Termasuk pertobatan ekologis.
Melalui doa, puasa, dan pantang, umat diharapkan semakin memperdalam iman.
Sekaligus menghadirkan kasih yang nyata bagi sesama dan lingkungan, khususnya di Tanah Papua. (cr-70)














Tinggalkan Balasan