SMART CITY – Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin Rapat Pleno Perdana Dewan Smart City Tahun 2026 bersama jajaran pemerintah daerah dan perwakilan Kementerian PANRB di Hotel Horison Ultima Timika. (FOTO: YUDITH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mengakselerasi transformasi digital dengan menggelar Rapat Pleno Perdana Dewan Smart City Tahun 2026.
Meski Dewan Smart City telah dibentuk sejak 2016, rapat ini menjadi momentum pertama penyusunan langkah strategis secara terstruktur untuk mewujudkan pemerintahan digital yang terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Rapat dipimpin langsung Ketua Dewan Smart City Kabupaten Mimika, Johannes Rettob, yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Saat ini, nilai Indeks SPBE Kabupaten Mimika masih berada di kisaran 2,5 dari nilai maksimal 4.
Pemerintah menargetkan peningkatan nilai tersebut melalui penguatan tata kelola pemerintahan digital dan integrasi layanan publik.
“Dewan Smart City ini sudah ada sejak 2016, tetapi baru hari ini kita melaksanakan rapat pleno pertama. Nilai SPBE kita masih sekitar 2,5 dan harus kita tingkatkan hingga mencapai angka maksimal. Tahun ini integrasi Satu Data Mimika harus selesai sehingga masyarakat dapat mengakses informasi secara real-time melalui Mimika Command Center,” ujar Johannes.
Menurutnya, transformasi digital tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai aplikasi, tetapi harus mampu menyatukan seluruh sistem pemerintahan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menghentikan kebiasaan membangun aplikasi secara terpisah serta menghilangkan ego sektoral dalam pengelolaan data.
Pemerintah juga menargetkan penyelesaian Satu Data Mimika yang terintegrasi secara real-time sehingga seluruh informasi pembangunan daerah dapat diakses secara terbuka melalui Mimika Command Center.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat transparansi, akuntabilitas, sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.
“Smart City bukan sekadar teknologi. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui data yang akurat, pelayanan yang cepat, dan koordinasi antarlembaga yang lebih baik,” katanya.
Dalam rapat tersebut, seluruh OPD juga diminta mempercepat penerapan dokumen elektronik, memperbarui data sektoral secara berkala, serta memastikan seluruh layanan digital dapat saling terintegrasi.
Turut hadir Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Muhammad Averus, yang menyampaikan bahwa arah kebijakan nasional kini telah bergeser dari sekadar penerapan SPBE menuju konsep Pemerintah Digital yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak lagi diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah, melainkan dari kemudahan masyarakat memperoleh layanan publik.
Ia juga mengapresiasi langkah Kabupaten Mimika yang dinilai menjadi salah satu daerah terdepan di Papua Tengah dalam penerapan transformasi digital, termasuk melalui kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital.
“Transformasi digital saat ini harus berpusat pada masyarakat. Mimika sudah menunjukkan langkah maju melalui MPP Digital, dan kami siap mendukung pengembangan pemerintahan digital di daerah ini,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian PANRB juga mendorong pengembangan layanan omnichannel, seperti pembentukan MPP mini di pusat-pusat aktivitas masyarakat serta pelayanan jemput bola hingga ke kampung-kampung yang tetap terhubung dalam satu sistem digital.
Melalui rapat pleno perdana ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi untuk menyelesaikan target integrasi data serta meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital.
Dukungan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Mimika sebagai salah satu percontohan penerapan pemerintahan digital di wilayah Papua. (*)
Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP















Tinggalkan Balasan