GERUDUK – Warga geruduk salah satu bengkel di Jalan Ahmad Yani atas dugaan seorang karyawan terlibat penadahan sepeda motor pada Kamis (9/7/2026). (FOTO:GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Dugaan praktik penadahan sepeda motor hasil curian menggegerkan warga di Jalan Ahmad Yani, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (8/7/2026).

Puluhan warga mendatangi sebuah bengkel setelah beberapa sepeda motor yang diduga merupakan hasil pencurian ditemukan di lokasi tersebut.

Peristiwa bermula ketika seorang warga yang kehilangan sepeda motor beberapa bulan lalu mengaku melihat kendaraannya terparkir di area bengkel.

Temuan itu kemudian diinformasikan kepada korban pencurian lainnya.

Tak lama berselang, para korban bersama warga mendatangi lokasi.

Mereka mengaku mengenali sejumlah sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Kondisi itu memicu aksi penggerebekan dan pengepungan di sekitar bengkel.

Aksi warga tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial.

Dalam rekaman berdurasi lebih dari tiga menit itu terlihat kerumunan warga memeriksa sejumlah sepeda motor yang berada di area bengkel.

Salah seorang warga dalam video tersebut mempertanyakan keberadaan beberapa sepeda motor yang disebut tidak dilengkapi dokumen kepemilikan.

“Kalau sudah tahu itu motor hasil curian kenapa harus dibeli? Di belakang itu banyak motor tanpa surat-surat,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Mimika Baru mendatangi lokasi dan mengamankan seorang terduga pelaku untuk dimintai keterangan.

Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, IPTU Teguh Krisandi Fardha, saat dikonfirmasi Kamis (9/7/2026), membenarkan adanya pengamanan terhadap seorang terduga pelaku.

“Kami amankan satu orang. Namun korban tidak membuat laporan polisi dan memilih penyelesaian melalui mediasi,” ujarnya.

Teguh menegaskan bahwa dugaan tindak pidana tersebut tidak berkaitan dengan operasional bengkel tempat terduga bekerja.

“Perlu kami luruskan bahwa kejadian ini tidak ada sangkut pautnya dengan pihak bengkel. Yang bersangkutan merupakan karyawan bengkel yang diduga melakukan transaksi secara pribadi, bukan atas nama tempat usahanya,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah proses mediasi dilakukan, terduga pelaku telah dipulangkan. Meski demikian, polisi masih mendalami informasi mengenai keberadaan sejumlah sepeda motor tanpa identitas yang disebut berada di sebuah rumah kos di belakang bengkel.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait informasi adanya beberapa sepeda motor tanpa identitas di salah satu rumah kos di belakang bengkel,” katanya.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar segera melapor dan membawa dokumen kepemilikan kendaraan sebagai dasar proses identifikasi serta tindak lanjut penyelidikan. (via)