Sudah 3.500 Ekor Babi Mati
BANGKAI BABI – Puluhan ekor bangkai babi mati terpapar virus ASF disemprot disinfektan oleh petugas sebelum dikubur. (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – drh.Sabelina Fitriani, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Mimika meminta sekaligus menyerukan masyarakat Mimika agar mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam mengatasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika yang masih mewabah.
Seruan ini mengingat jumlah babi mati terpapar virus ASF sudah mencapai 3.500 ekor.
Untuk itu, masyarakat Mimika juga diimbau agar tidak membuang bangkai babi ke kali, dan memanfaatkan lahan milik pribadi untuk mengubur bangkai babi yang mati terpapar virus ASF.
Pasalnya, lokasi penguburan bangkai babi yang disediakan pemerintah sebelumnya berjalan lancar, dan lokasinya jauh dari pemukiman warga.
Sayangnya, lantaran adanya komplain dari masyarakat, sehingga lokasi penguburan bangkai babi terpaksa ditutup.
Dimana, pemerintah melalui Disnak Keswan tengah mencari lokasi baru untuk penguburan bangkai babi mati akibat terpapar virus ASF.

“Saat ini kami sudah menyiapkan lahan baru untuk penguburan babi terpapar virus ASF, dan lahan baru itu sudah ada,” kata Sabelina Fitriani kepada Timika eXpress, di Hotel Swiss Bel-Inn pada Senin (4/3/2024).
Menurut dia, lahan penguburan sebelumnya selain jauh dari pemukiman, juga proses penguburannya dilakukan sesuai SOP, dimana bangkai babi sebelum dikubur disemprot disinfektan, termasuk mobil pengangkut.
Semua tindakan ini guna menjaga sebaran virus dan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Adapun komplain berujung penutupan lokasi penguburan bangkai babi lantaran ada masyarakat yang membuang bangkai babi mati ke sungai.
Ia tidak menampik, jika bangkai babi dibuang ke sungai atau semak-semak, tentu lebih berdampak buruk terhadap masyarakat maupun lingkungan.
“Yang pasti kalau bangkai babi mati terpapar virus ASF dibuang sembarang, maka semakin menyebar. Sehingga kita harapkan lahan yang sudah ada dimanfaatkan dan masyarakat harus dukung upaya pemerintah menyudahi virus ASF di Timika,” serunya.
Adapun langkah antisipasi ini bertujuan untuk mengurangi sebaran virus ASF, serta mencegah supaya tidak lagi ada babi-babi mati.
Dikatakan pula, jika bangkai babi mati terpapar virus ASF dibuang ke kali akan membahayakan masyarakat dan lingkungannya.
“Yang paling aman adalah bangkai babi dikubur, dengan begitu akan memutus rantai penyebaran virus, apalagi saat ini belum ada vaksin atau obat penawar ASF pada babi, sehingga masyarakat diminta untuk betul-betul mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus ASF,” pesannya lagi.
Lebih jauh, kata drh. Sabelina kerap ia disapa, babi yang terpapar virus ASF sebenarnya aman dikonsumsi manusia, namun sisa makanan yang dibuang itu yang dikhawatirkan diberikan untuk babi yang sehat, sehingga ini memicu lebih banyak babi yang terpapar virus ASF. (acm)















Tinggalkan Balasan