LONGSOR SUSULAN – Kondisi terkini kawasan Waa Banti pasca longsor, di mana dua honai hanyut dan area sekitar RS Waa Banti kian terancam akibat pergerakan tanah lada Senin malam. (FOTO: IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Bencana longsor yang melanda Kampung Waa Banti–Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, terus menunjukkan dampak serius. Sedikitnya dua honai milik warga dilaporkan hanyut akibat derasnya aliran air.
Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengatakan selain dua honai yang hanyut, terdapat empat honai lainnya dalam kondisi miring dan terancam roboh.
“Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (25/4/2026) menjadi pemicu utama longsor di wilayah tersebut,” ujarnya kepada Timika eXpress.
Ia juga mengungkapkan bahwa longsor susulan kembali terjadi pada Senin malam (27/4/2026), tepat di depan area Rumah Sakit (RS) Waa Banti.
“Senin malam kembali terjadi longsor susulan di depan rumah sakit. Ini informasi yang kami terima pagi tadi,” jelasnya.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena jarak longsor dengan bangunan rumah sakit kini tinggal sekitar lima meter. Jika longsor terus terjadi, fasilitas kesehatan tersebut berpotensi roboh.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Mimika telah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama PT Freeport Indonesia.
Tim gabungan dari Dinas PUPR, BPBD, dan Dinas Kesehatan juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta pemantauan kondisi lapangan.
Selain itu, pihak kepolisian terus menjalin komunikasi dengan tim geoteknik terkait potensi cuaca.
Dalam lima hari ke depan, curah hujan diperkirakan masih tinggi, sehingga risiko longsor susulan tetap perlu diwaspadai. (vis)
Tinggalkan Balasan