DIBUANG – Babi mati terpapar virus African Swine Fever (ASF) dibuang di sungai oleh warga. (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Akibat lahan penguburan bangkai babi yang mati akibat terpapar virus African Swine Fever (ASF) sudah ditutup, warga atau peternak memilih jalan instan, yaitu membuang bangakai babi ke kali (sungai).

Diduga kuat bangkai babi yang dibuang itu terpapar virus ASF.

Tindakan warga tentu sangat disayangkan, dimana Pemerintah Kabpaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) secara masif melakukan berbagai upaya untuk menyudahi penyebaran virus ASF pada ternak babi.

Dalam sebuah video amatir berdurasi 33 detik terlihat beberapa bangkai babi dibuang di aliran sungai.

Padahal sejak mewabahnya virus ASF menyusul ternak babi masyarakat banyak yang mati dan sudah lebih 3.000 ekor, pemerintah setempat telah menegaskan agar bangkai babi mati tidak boleh dibuang ke Daerah Aliran Sungai (DAS) atau ke kali guna mencegah penyebaran virus ASF.

“Virus ASF ini semakin ‘menggila’ karena penularannya sangat cepat dan bisa menempel pada pakaian manusia, pun lewat serangga seperti lalat atau unggan (burung), maka bangkai babi mati harus dikubur, tidak dibuang sembarangan”.

Demikian ditegaskan drh. Sabelina Fitriani selaku Kepala Disnak Keswan kepada Timika eXpress, Sabtu (2/3/2024).

Dari jumlah 3.000 ekor babi mati akibat virus ASF dan telah dikubur di lahan yang disediakan pemerintah di Kampung Naena Muktipura SP6, Distrik Iwaka, Mimika, Papua  Tengah, maka ia menyerukan kepada masyarakat peternak babi supaya tidak membuang bangkai babi sembarangan.

Adapun, lokasi penguburan bangkai babi mati di SP 6 yang disedikan Pemkab Mimika, kini sudah tidak bisa menampung dan lokasi tersebut telah ditutup.

“Lokasi penguburan bangkai babi di SP6 sudah ditutup, namun pemerintah masih mencari lokasi baru, sehingga masyarakat peternak babi diimbau mengubur bangkai babi mati di lahan masing-masing (pribadi) untuk sementara waktu, sambil menunggu lokasi baru disiapkan Pemkab Mimika,” serunya.

Selain menekankan agar masyarakat peternak babi tidak lagi membuang bangkai ke kali, juga diimbau tidak lagi membawa ternak babi yang sakit akibat terpapar virus ASF ke lokasi penguburan bangkai di SP6. (acm)