Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau (FOTO: INDRI / TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau menyebut, selain akses pelayanan dasar, prioritas pemerataan infrastruktur menjadi fokus pembangunan di wilayah pesisir Mimika, Papua Tengah.

Hal ini diungkapkannya usai melakukan evaluasi secara menyeluruh seusai melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke kampung-kampung di wilayah pesisir Mimika.

Dalam Kunker tersebut, Primus Natikapereyau bersama sejumlah anggota DPRK Mimika melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat, serta kebutuhan masyarakat setempat.

“Evaluasi dari hasil Kunker, teryata banyak diantara warga di pesisir tidak memiliki rumah layak huni, dan ini menjadi perhatian serius kami DPRK,”ungkap Primus kepada Timika eXpress di Hotel Horison Ultima, Rabu (23/7/2025).

Selain rumah layak huni, fasilitas air bersih, dimana proyek pembangunannya sudah berjalan, namun perlu ditinjau kembali untuk memastikan ketersediaan debit air yang cukup untuk kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari di wilayah setempat.

Termasuk dari sisi pendidikan, Primus kerap ia disapa mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi fisik dan sarana-prasarana sekolah-sekolah di wilayah pesisir Mimika.

“Kami amati ada beberapa bangunan gesung sekolah yang kondisinya memprihatinkan, karena plafonnya sudah banyak yang rusak, dan perlu diperbaiki segera. Ini atensi kami kepada OPD terkait agar menjadi perhatian,” serunya.

Melandasi visi dan misi pimpinan daerah, yakni membangun Mimika dari kampung ke kota, maka ia menekankan perlunya dukungan pemerintah untuk memperbaiki gedung sekolah yang rusak, melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), atau sumber pendanaan lain, sehingga peserta didik dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang layak.

Dari semuanya ini, yang tidak kalah penting adalah akses transportasi laut maupun sungai juga menjadi perhatian serius bagi masyarakat di wilayah pesisir.

“Harapan kami, pihak dinas terkait intens melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur transportasi laut untuk mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi di perairan, terutama bagi tenaga pendidik,”pungkasnya. (eno)