FOTO BERSAMA – Stefanus Timang, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat didampingi Yan Selamat Purba Kepala Bakesbangpol Mimika serta para juri foto bersama di MPCC pada Senin (14/10/2024). (FOTO : ELISA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan dan Politik menggelar lomba cerdas cermat bertema Wawasan Bebangsaan (Wasbang) untuk jenjang SMA/SMK se-Kabupaten Mimika.
Gelar lomba yang dilaksanakan di Multipurpose Community Center (MPCC) milik YPMAK, ini berlangsung selama dua hari sejak Senin-Selasa (14-15 Oktober 2024).
Lodefikus Kaize, S.STP, Kasubid Pembinaan Karakter Bangsa pada Bakesbangpol Mimika dalam laporannya, menyebut gelar lomba ini diikuti 22 SMA/SMK.
Dimana masing-masing sekolah mengutus 5 siswa/siswi, dua diantaranya sebagai cadangan.
Ia menyebut, nama kegiatan adalah “Pelaksanaan Koordinasi di Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan”.
Adapun dasar pelaksanaan, UUD 1945, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua.
Kemudian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Inpres Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
Selain itu, Permendagri Nomor 29 tahun 2011 tentang Pedoman Pemerintah Daerah Dalam Rangka Revitalisasi Dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pendidikan Wawasan Kebangsaan Pancasila, termasuk Perda Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Mimika dan DPA OPD Badan Kesatuan bangsa dan Politik Kabupaten Mimika Nomor Tahun Anggaran 2024.
“Adapun maksud dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat secara khusus kepada generasi penerus bangsa tentang wawasan kebangsaan meliputi 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Lodefikus.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang Wasbang kepada generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa untuk lebih memahami tentang arti wawasan kebangsaan atau 4 pilar kebangsaan sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sementara Stefanus Timang, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat melalui sambutan Pj Bupati Mimika yang dibacanya, mengatakan, Kabupaten Mimika memiliki 18 distrik, luas wilayah 21.633 km2, dengan jumlah penduduk per semester 1 (satu) 2024 adalah 315.995 jiwa, ini terdiri dari berbagai suku, baik suku asli Amungme, Kamoro, 7 (tujuh) suku kekerabatan dan semua suku yang ada di nusantara, sehingga dapat dikatakan bahwa Mimika merupakan Indonesia mini.
Melihat kenyataan ini, maka masyarakat Mimika tidak terlepas dari perbedaan budaya, adat istiadat, agama bahkan tingkat ekonomi dari setiap lapisan masyarakatnya.
Sehingga potensi gesekan antar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sangat memungkinkan terjadi.
Namun dengan peran serta aktif dari semua lapisan masyarakat Mimika, kondisi keamanan dan ketertiban dapat terjaga dengan baik.
Stefanus mengatakan, di sisi lain kita juga melihat adanya fenomena kecenderungan memudarnya kesadaran sebagian masyarakat untuk memperkuat karakter, memelihara nilai- nilai patriotisme, jati diri, harkat dan martabat sebagai bangsa, akibat kuatnya terpaan arus modernisasi dan globalisasi.
Apabila fenomena ini dibiarkan, dikhawatirkan akan menyebabkan goyahnya jati diri, kaburnya identitas, harkat dan martabat serta tercabutnya akar budaya bangsa.
“Untuk itu dalam upaya mengerahkan segala sumber yang ada, maka dianggap penting adanya penerapan dalam pengembangan wawasan kebangsaan pada generasi yang sekarang dan yang akan dating, apalagi kegiatan ini dikhususkan bagi para pelajar SMA/SMK se- Mimika,”katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diadakan dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme, kesadaran berbangsa dan bernegara serta menjunjung nilai-nilai patriotisme dikalangan pelajar se- Kabupaten Mimika, kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika serta memupuk rasa, mental dan keberanian di kalangan pelajar untuk berkompetisi secara jujur dan sehat.
Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan kegiatan ini mampu menghasilkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap empat pilar kebangsaan serta menghasilkan pelajar yang memiliki sikap mental berani bersaing dan berkompetisi secara sportif dalam pembinaan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Sehingga di Mimika dapat tercipta kedamaian, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, dan secara bersama-sama kita wujudkan visi Kabupaten Mimika, yaitu terwujudnya Mimika yang aman, cerdas, damai dan sejahtera, serta mempersiapkan Mimika dalam menyongsong pelaksanaan Pilkada 2024 agar dapat berjalan aman, tertib dan damai.
Sementara itu, Yan Selamat Purba, Kepala Bakesbangpol Mimika mengatakan, lomba cerdas cermat yang diikuti 22 SMA/SMK ini dalam rangka memupuk rasa cinta tanah air, memahami sejarah, serta memiliki rasa persatuan melalui wawasan kebangsaan.
“Kalau tahun lalu lomba tingkat SMP, sekarang tingkat SMA/SMK, dengan harapan anak-anak kita di Timika mempunyai rasa cinta tanah air dengan menerapkan hidup berdampingan di sekolah, ataupun di lingkungan tempat tinggal,”jelasnya.
Generasi Z telah bergelut dengan era teknologi.
Sebagai orang tua, guru dan pemerintah harus mengawasi dan membina, sehingga tidak melenceng dari norma hidup sebagai warga Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.
“Dikhawatirkan dengan kemajuan teknologi ini, semakin membuat generasi kita lupa sejarah dan norma. Padahal sejarah merupakan modal awal untuk memperkuat persatuan seluruh rakyat Indonesia,”pungkasnya. (bob)








Tinggalkan Balasan