Hasto Wardoyo (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Optimis, delapan kabupaten di Papua Tengah mampu menurunkan angka stunting, hal itu terlihat dari komitmen bersama dalam pengalokasian anggaran dalam APBD.

“Hari ini (kemarin-red) saya bertemu langsung perwakilan dari delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah, dan saya mendengar sendiri mereka siap untuk mengalokasikan anggaran APBD-nya untuk berkomitmen menurunkan angka stunting,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Hotel Horison Diana, Selasa (3/4).

Delapan kabupaten ini, berkomitmen menggunakan dana tambahan dari Otonomi Khusus (Otsus) untuk digunakan pada program penanganan stunting, inipun didorong oleh PT Freeport Indonesia.

“Ini sangat luar biasa, untuk provinsi lain tidak ada dana tambahan seperti ini, bahkan anggaran dari pusat saya rasa juga sudah sangat besar diberikan, saat ini hanya kekompakan saja,” ungkapnya.

Katanya pendataan stunting, dapat terpantau melalui aplikasi e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dari Posyandu ke Puskesmas di masing-masing daerah.

Data ini akan dipadukan dengan data lokal dengan melakukan pengecekan dan validasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Selanjutnya, April mendatanga pihaknya akan menggerakkan pengimbangan serta menginput data agar bisa mencapai target 100 persen.

Untuk menekan dan menurunkan angka stunting masyarakat , pemerintah harus terapkan tiga pola, pertama, pola makan dimana pola makan yang bergizi dengan perbanyak protein bisa menurunkan angka stunting.

Kedua pola kesehatan reproduksi. Dimana masyarakat harus banyak mendapatkan edukasi, tentang hamil dan memiliki anak mempunyai batas usia.

Kemudian yang ketiga tentang pola sanitasi. Dimana masyarakat harus pahami bahwa lingkungan yang kotor berpengaruh besar atas timbulnya penyakit.(ela)