ASPIRASI – Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, didampingi Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, dan Pj Sekda Abraham Kateyau, menerima aspirasi masyarakat usai bertemu dan berdialog dengan warga di Balai Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Senin (1/12) (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dijadwalkan menggelar pertemuan pada 16 Desember 2025 di Jakarta untuk membahas tapal batas antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan Menteri Dalam Negeri telah memanggil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Bupati Mimika Johannes Rettob, dan Bupati Deiyai Melkianus Mote untuk membicarakan persoalan tersebut.

“Masyarakat diminta menahan diri dan menunggu hasil pertemuan ini, apalagi menjelang perayaan Natal. Pemerintah akan menyelesaikan sengketa tapal batas ini,” tegas

Kemong saat bertemu masyarakat bersama Forkopimda di Balai Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Senin (1/12/2025).

Kunjungan Forkopimda ke Kapiraya bertujuan memantau situasi pasca insiden penyerangan dan pembakaran rumah di Kampung Mogodagi, serta mendengarkan langsung aspirasi warga.

Kapolres Mimika AKBP Billy Budiman mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Ia memastikan TNI-Polri hadir untuk menjamin stabilitas keamanan.

“Percayakan penyelesaian kepada pemerintah pusat. Kami akan terus mengamankan situasi,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, perwakilan masyarakat meminta kejelasan batas wilayah, penertiban aktivitas penambangan ilegal, serta percepatan pembangunan infrastruktur seperti air bersih, kantor distrik, dan pos keamanan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menyatakan pemerintah akan memfokuskan pembangunan di wilayah perbatasan, membangun pos keamanan permanen, serta menertibkan aktivitas penambangan yang melanggar hukum.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Wakil Bupati Mimika kepada perwakilan masyarakat dan aparat keamanan. (red)