AKTIVITAS – Tampak pegawai Distrik Mimika Timur saat melakukan aktivitas admistrasi di Pasar Mapurujaya, Sabtu (9/12). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Hingga Sabtu (9/12), Kantor Distrik Mimika Timur masih dipalang oleh warga Distrik Mimika Timur. Akibatnya, pegawai terpaksa melakukan aktivitas administrasi persiapan PAW Kampung Hiripau di Pasar Mapurujaya.
Pemalangan tersebut dilakukan lantaran warga menolak Okto Kum sebagai Kepala Distrik Mimika Timur baru mengantikan Bakri Athoriq sebagai Kepala Distrik Mimika Timur yang lama.
Teo Etapea salah satu warga Kampung Kaugapu kepada Timika eXpress di Kaugapu pada Sabtu (9/12) mengatakan, akibat aksi pemalangan kantor distrik berdampak terhadap pelayanan administrasi bagi warga di wilayah Distrik Mimika Timur.
“Pemerintah Kabupaten Mimika tolong perhatikan hal ini, karena warga Mimika Timur tidak mau bapak Bakri Athoriq diganti sebagai Kepala Distrik Mimika Timur. Karena bapak Bakri selalu ada di tengah-tengah masyarakat ketika ada masalah dan membuat perubahan bagi masyarakat di Mimika Timur,” jelasnya.
Tambah Teo, akibat pemalangan ini para pegawai terpaksa melakukan aktivitas administrasi di Pasar Mapurujaya. Tentunya pelayanan kurang maksimal.
Dalam berita sebelumnya, pada 7 Desember 2023 kemarin, puluhan warga dari 5 kampung dan 1 kelurahan di wilayah Mimika Timur melakukan aksi pemalangan pintu Kantor Distrik Miktim menggunakan pelepah kelapa dan memasang beberapa spanduk penolakan Kepala Distrik Mimika Timur yang baru, Oktober Kum.
Akibat aksi pemalangan, aktivitas kantor Distrik Miktim yang terletak di RT 01, Kampung Kaugapu pun tidak berjalan.
Warga pun sempat menghadang pegawai supaya tidak masuk kantor.
Kuartus Initiyu selaku koordinator aksi pemalangan menegaskan, aksi spontan ini dilakukan karena warga menolak digantinya Bakri Athoriq dari jabatan Kadistrik Miktim.
Sementara itu, Marianus Yaparua selaku Ketua RT 04 Kampung Kaugapu dalam memasang sasi mengatakan, palang sasi ini tidak bisa dibuka kalau belum dibicarakan secara baik-baik.
“Kami tidak mau pak Camat ini pindah, karena beliau sudah menyatuh dengan kami selama ini. Jadi kalau buka palang, mari kita bicara dulu,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Anakletus Ngutra, Kepala Suku Kei di Miktim menyayangkan serta menolak pergantian Kadistrik Miktim dari Bakri Athoriq kepada Okto Kum.
Ditegaskan pula, sebelum ada penjelasan langsung dari Bupati Mimika, kantor distrik tetap akan di palang.
“Kami tetap pertahankan Bakri Athoriq sebagai Kadistrik Miktim,” pungkasnya. (glt)













Tinggalkan Balasan