MENYERAHKAN – Ketua KADIN Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobay, menyerahkan pataka kepada Ketua KADIN Kabupaten Mimika Soter Potowapea di Aula Hotel Grand Tembaga, Kamis (25/6/2026). (FOTO:ISTIMEWA)

MIMIKA, timikaexpress.id – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mimika resmi dilantik oleh Ketua KADIN Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobay.

Pelantikan berlangsung di Aula Hotel Grand Tembaga, Kamis (25/6/2026).

Pelantikan dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika Ny. Suzy Rettob, Paban Kogabwilhan III Kolonel Inf. Dedi, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Jozanda, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta para pelaku usaha di Kabupaten Mimika.

Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.

“Setelah pelantikan ini, saya harap seluruh pengurus benar-benar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. KADIN harus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Johannes.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, KADIN diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, melahirkan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, serta mendorong peningkatan investasi di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Ketua KADIN Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobay, mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, serta pemetaan potensi ekonomi di seluruh wilayah Papua Tengah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Papua Tengah memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, bukan hanya sektor pertambangan, tetapi juga pertanian, perikanan, pariwisata, dan berbagai sektor produktif lainnya,” katanya.

Di sisi lain, Ketua KADIN Kabupaten Mimika, Soter Potowapea, yang merupakan putra Kamoro, menegaskan komitmennya menjadikan KADIN sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Menurutnya, Mimika memiliki potensi ekonomi yang sangat besar berkat kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang strategis, serta keberadaan perusahaan-perusahaan berskala nasional maupun internasional.

Potensi tersebut harus mampu memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan kesempatan kerja dan pengembangan usaha lokal.

“Kami percaya Orang Asli Papua harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi di daerahnya sendiri,” tegas Soter.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, KADIN Mimika akan mendorong pendidikan kewirausahaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pendampingan usaha secara berkelanjutan, memperluas akses permodalan, serta membuka kesempatan yang adil dalam berbagai aktivitas ekonomi.

Selain itu, KADIN Mimika siap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, koperasi, UMKM, dan masyarakat guna menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

“Kami ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha di Mimika yang berkembang, mampu menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Soter juga mengajak seluruh pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar, untuk memperkuat kolaborasi, membangun kemitraan, dan terus berinovasi menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Pelantikan pengurus KADIN Kabupaten Mimika diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Selain itu, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Mimika. (*)

Penulis: Mega Irianti
Editor: Maurits SDP