Kepala BLUD Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga. (FOTO: GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja BLUD Puskesmas Mapurujaya mencapai 3.585 kasus selama Januari hingga September 2026.
Peningkatan ini terjadi di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat di wilayah Mimika.
Kepala BLUD Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga, mengatakan kasus ISPA meningkat selama Agustus dan September, saat kabut asap menyelimuti wilayah tersebut.
Sebaliknya, kasus malaria yang biasanya mendominasi kunjungan pasien justru mengalami penurunan.
“Biasanya malaria yang meningkat, tapi semenjak ada kabut asap, kasus malaria sudah menurun, dan penyakit ISPA yang meningkat akibat kabut asap yang sangat tebal,” ujar Onna saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan laporan penyakit selama Januari–September 2026, Puskesmas Mapurujaya mencatat 4.949 kasus malaria dan 3.585 kasus ISPA.
Selain itu, terdapat 1.190 kasus vulnus atau luka, 1.076 kasus common cold atau selesma, 806 kasus mialgia atau nyeri otot, serta 763 kasus diare.
Puskesmas juga mencatat 674 kasus dispepsia, 636 kasus demam (febris), 621 kasus hipertensi esensial, dan 519 kasus abses.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, BLUD Puskesmas Mapurujaya melakukan edukasi dari kampung ke kampung mengenai perubahan cuaca dan risiko paparan asap.
Onna menjelaskan, penyuluhan juga dilakukan melalui posyandu dan sejumlah titik pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.
“Kami sudah melakukan penyuluhan ke posyandu-posyandu maupun di tempat-tempat layanan kami yang berada di empat titik pelayanan, yaitu di Tipuka, Pomako Cenderawasih, Pomako Pelabuhan, serta di puskesmas,” jelasnya.
Saat ini, tim promosi kesehatan (Promkes) BLUD Puskesmas Mapurujaya tengah menyusun jadwal untuk memperluas edukasi ke kampung-kampung.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara melindungi diri dari paparan kabut asap.
Onna mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker.
Ia juga meminta warga untuk sementara tidak menampung air hujan karena air yang ditemukan di lapangan dilaporkan berubah warna menjadi hitam, berbusa, atau kekuningan.
“Yang jelas, kami pasti memberikan edukasi terkait kabut asap, sehingga masyarakat yang keluar rumah wajib menggunakan masker. Kemudian, air hujan untuk saat ini jangan dulu ditampung, karena air hujan tidak bagus dan berwarna hitam, atau berbusa dan berwarna kuning,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan