RAPAT – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk (tengah) saat memimpin rapat pembahasan penegasan batas wilayah antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Dogoyai dan Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Deiyai di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah pada Kamis (26/9/2024). (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

NABIRE, TIMIKAEXPRESS.id – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk meminta agar tiga kabupaten, yakni Mimika, Dogiyai, dan Kabupaten Deyai, menyelesaikan sengketa batas antar-wilayah guna membantu menjaga stabilitas dan keamanan di daerah tersebut.

“Jadi yang belum jelas batas daerah, yakni Kabupaten Mimika dan Dogiyai serta Mimika dan Deyai, agar ke depan tidak ada konflik sosial dan ketegangan antar komunitas,” kata Ribka saat memimpin rapat pembahasan penegasan batas wilayah antara tiga kabupaten tersebut.

Rapat pembahasan penegasan batas wilayah antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Dogoyai dan Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Deiyai bertempat di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah pada Kamis (26/9/2024).

Dalam rapat tersebut, Pj Gubernur Ribka Haluk juga memberikan penegasan batas daerah guna menciptakan tertib administrasi pemerintahan, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas daerah suatu wilayah yang memenuhi aspek teknis dan yuridis.

“Kami sudah gelar rapat terkait batas daerah pada tiga kabupaten, sehingga diharapkan harus ditindak lanjutkan oleh masing-masing kabupaten karena ini penting,”ujarnya melalui siaran pers yang diterima Timika eXpress, Kamis (26/9/2024).

Dia menjelaskan dalam penegasan batas wilayah suatu daerah, semua hak-hak tidak akan terhapus. Mulai dari hak atas tanah, kepemilikan aset, hak ulayat, serta hak adat pada masyarakat setempat di suatu daerah.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya rapat pembahasan penegasan batas wilayah ini, semua pihak dapat bekerja sama untuk berkoordinasi dan bersinergi dalam menyelesaikan masalah-masalah batas daerah,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya berharap ini menjadi wadah bagi semua untuk bekerja sama, berkoordinasi, dan bersinergi, dalam menyelesaikan permasalahan terkait batas-batas wilayah dengan arif dan bijaksana. (*/)