Sri Indrayani, salah satu pedangang di Pasar Sentral Timika. (FOTO:YUDITH/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Memasuki awal bulan puasa, baik bagi umat Katolik dan Ramadhan 2026 bagi umat muslim, harga cabai di Timika mulai “pedas”.
Dari sebelumnya berkisar Rp40–45 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp60–65 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini terjadi di sejumlah lapak pedagang, sementara bahan pokok lainnya masih relatif stabil, begitu pun pasokannya dinilai masih aman.
Salah satu pedagang, Sri Indrayani, mengatakan lonjakan harga mulai terasa saat memasuki masa puasa umat Katolik dan Muslim secara bersamaan.
Meski begitu, distribusi bahan pokok secara umum tetap lancar, dan jam operasional penjualan tidak berubah.
“Sebelum Ramadan cabai kecil itu kami jual Rp40–45 ribu per kilo, sekarang sudah Rp60–65 ribu, meski pasokannya sejauh ini aman,” ujarnya, Rabu (19/2/2026).
Menurutnya, kenaikan harga belum diketahui secara pasti penyebabnya.
Namun, biasanya keterlambatan pengiriman atau berkurangnya stok pada distributor tertentu bisa memicu penyesuaian harga di tingkat pedagang.
Ia menjelaskan, masing-masing pedagang memiliki distributor berbeda.
Jika pasokan masuk secara bersamaan, harga cenderung sama.
Namun, ketika stok mulai menipis di salah satu pihak, pedagang yang masih memiliki persediaan biasanya menaikkan harga secara sepihak.
Sejauh ini, kenaikan baru terjadi pada komoditas cabai.
Bahan pokok lainnya masih berada di harga normal.
Pedagang berharap distribusi tetap lancar selama masa puasa agar harga kebutuhan tetap terjangkau dan masyarakat tidak mengalami kesulitan akibat lonjakan harga kebutuhan pokok yang signifikan.
Menyikapi adanya kenaikan harga jual cabai, Linda, salah satu konsunen berharap adanya pengawasan secara rutin oleh pihak dinas terkait.
Ini dimaksudkan agar para pedagang tidak semaunya atau seenaknya menaikan harga barang kebutuhan jelang hari besar keagamaan. (cr-70)














Tinggalkan Balasan