Onna Bunga (FOTO: Gren/TimeX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Onna Bunga, Kepala Puskesmas (PKM) Mapurujaya menyebut faktor lingkungan, yakni banyaknya genangan air di sekitar rumah-rumah warga, menyusul pola makan yang tidak teratur, ini menjadi pemicu tingginya kasus malaria di Distrik Mimika Timur.
Faktor lingkungan disebabkan oleh tingginya curah hujan beberapa waktu belakangan ini.
Guna mengantisipasi sekaligus mengatasi tingginya kasus malaria tersebut, pihaknya secara intens memberi edukasi, dan upaya pencegahan melalui fogging (pengasapan) secara langsung ke rumah-rumah warga di lima kampung dan satu kelurahan di wilayah setempat.
“Kami harap masyarakat di lima kampung dan satu kelurahan di Mimika Timur bisa menjaga pola hidup sehat dan bersih, menjaga lingkungan dan sekitarnya sehingga mendukung pemerintah dalam mengeliminir kasus malaria maupun kasus penyakit lainnya”.
Demikian dikatakan Onna Bunga, Kepala PKM Mapurujaya kepada Timika eXpress di Mapurujaya, Kamis (5/10).
Dijelaskan Onna kerap ia disapa, kasus malaria selama Bulan September 2023 lalu masih dominan dari 10 besar jenis penyakit yang ditangani di PKM Mapurujaya.
Kendati demikian, ia menyebut tren kasus malaria pada periode tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kumulatif kasus di Bulan Agustus lalu.
“Data kasus malaria di Bulan September 2023 tercatat 229 kasus. Sementara data kasus malaria di Bulan Agustus mencapai 318 kasus,” terangnya.
Setelah malaria, disusul penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 147 kasus, diikuti common cold 67 kasus, dan 46 penyakit vulnus.
Lainnya, abses 21 kasus, hipertensi esensial 44 kaus, 33 kasus diare, gastritis 48 kasus, faringitis akut 27 kasus, dan 21 kasus dermatitis kontak alergi. (glt)















Tinggalkan Balasan