PALANG JALAN – Puluhan Warga Ayuka saat melakukan pelamangan jalan di pertigaan Jalan Mapurujaya-Tipuka, tepatnya di RT 01, Kelurahan Wania, Distrik Mimika Timur, Sabtu (2/12). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Puluhan warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika melakukan aksi pemalangan jalan secara spontan menggunakan batang bambu, ranting pohon, membakar ban bekas serta mendirikan tenda di pertigaan Jalan Mapurujaya-Tipuka, tepatnya di RT 01, Keluarahan Wania, Distrik Mimika Timur, Papua Tengah, Sabtu (2/12) pukul 11.45. WIT.

Akibatnya arus lalu lintas dari Timika hendak ke Poumako maupun sebaliknya macet total. Bahkan semua kendaraan yang melintas terpaksa dialihkan ke Jalan Logpon guna Poumako maupun ke Timika.

Sekitar pukul 15.33 WIT, aparat kepolisian berhasil membuka palang jalan tersebut sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Aksi pemalangan tersebut dilakukan lantaran kedua pelajar Ronaldo Mitapo (19) dan Febrianto Yoko Manenawa (17) yang merupakan warga Kampung Ayuka diduga mengalami kecelakaan di Jalan Poros Mapurujaya, tepatnya di Kilo 10 Kampung Kadun, Distrik Wania pada Jumat (1/12) pukul 18.00 WIT yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun Timika eXpress di lokasi, jenazah Febrianto Yoko Manenawa ditemukan di pinggir jalan sedangkan jenazah Ronaldo Mitapo ditemukan didalam parit kilo 10 oleh warga setempat pada Sabtu (2/12) pukul 11.00 WIT. A

Aparat kepolisian Polres Mimika langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Mimika guna dilakukan tindakan medis.

Kompol Hermanto, Wakapolres Mimika bersama Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Junan Plitomo dan Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus Tanggu Ate langsung memberikan pemahaman kepada warga untuk membuka palang tersebut, namun warga tetap melakukan pemalangan dan meminta agar pelaku bisa dihadirkan di lokasi pemalangan tersebut.

Hironimus Urmami, Kepala Kampung Tipuka dan juga sebagai keluarga korban mengatakan, keluarga korban meminta agar pelaku bisa dihadirkan untuk bisa bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kami minta pelaku dihadirkan guna bertanggung jawab atas kejadian ini, dan kami minta agar proses proses hukum tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, AKBP I Gede Putra, Kapolres Mimika langsung melakukan pertemuan bersama para tokoh Kampung Atuka di Kantor Polsek Mimika Timur guna memberikan penjelasan kepada keluarga korban.

“Saya turut berduka cita atas dua warga Kampung Atuka yang meninggal dunia yaitu Ronald Mitapo dan Febrianto Rio Manenawa yang mayatnya ditemukan tadi siang di Kilometer 10, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, Sabtu (2/12),” jelasnya.

Tambah Kapolres, ini murni korban kasus kecelakaan kendaraan bermotor yang terjadi pada hari Jumat (1/12).

Kapolres sangat menyayangkan dengan adanya aksi-aksi yang dilakukan warga mulai dari memblokade jalan umum hingga penyerangan terhadap aparat dan Kantor Polisi.

“Saya berharap kejadian-kejadian seperti yang tadi jangan sampai terulang kembali. Kami ada di sini untuk membantu bapak-bapak sekalian, tidak ada niatan lain dari kami,” jelasnya.

Kapolres pun berpesan, kepada para tokoh mulai kepala kampung, kepala suku hingga kepala sekolah agar dapat memberikan pemahaman kepada warga, khususnya pemuda dalam menyikapi suatu permasalahan yang terjadi.

“Terkait kasus kecelakaan yang menewaskan dua korban, (Ronald dan Febrianto) kami telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan tempat pelaku bekerja sebagai pengemudi kendaraan tangki pengangkut BBM. Pihak pengusaha maupun pengemudi mengaku siap membiayai segala kebutuhan dalam proses kedukaan keluarga kedua korban, terlepas dari tuntutan lain dari keluarga korban,” jelasnya.

Tambah Kapolres, pelaku atau pengemudi berinisial MTA (34) sudah diamankan dan untuk proses hukumnya tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita tetap lakukan proses penegakan hukum. Dan  anggota akan disiagakan di TKP untuk berjaga-jaga sampai kedua korban dimakamkan. Saya harap situasi ini tetap kita jaga, jangan ada pihak yang memprovokasi keadaan,” jelasnya.

AKP Matheus Tanggu Ate, Kapolsek Mimika Timur saat dikonfirmasi Timika eXpress via ponsel pada Minggu (3/12) mengatakan, kedua jenazah korban sudah dimakamkan di TPU Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika-Papua Tengah, Minggu (3/12) pukul 14.30 WIT. (glt)