KETERANGAN PERS – Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra mendampingi dr. Izak Samay, Sp.KJ saat memberikan keterangan pers di Hotel Horison Ultima Timika, Minggu (29/10). (FOTO: Astrid/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – dr. Izak Yesaya Samay, Sp.KJ dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura-Jayapura, Papua yang didatangkan khusus melakukan pemeriksaan terhadap YK, oknum warga yang melakukan pengrusakan Patung Bunda Maria di halaman Gereja Katedral Tiga Raja Timika, akhirnya menyimpulkan kalau YK mengalami gangguan jiwa, atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Izak Yesaya yang merupakan seorang dokter spesialis kedokteran jiwa menyimpulkan itu setelah melakukan pemeriksaan secara detail dan intens selama 2 jam terhadap YK, pelaku pengrusakan Patung Bunda Maria pada Jumat (27/10) lalu.

“Kami lakukan pemeriksaan hampir dua jam, ini bukan proses yang singkat jadi ODGJ biasanya bukan hari ini sakit langsung melakukan pengerusakan tetapi dia punya deretan kejadian penyakit yang cukup panjang. Ini yang mendasari kenapa dia sampai melakukan tindakan tersebut”.

Demikian dijelaskan dr. Izak  bersama ahli kejiwaan yang langsung didampingi Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra saat konferensi pers di Hotel Horison Ultima Timika pada Minggu (29/10).

dr. Izak pun menjelaskan, ODGJ tidak mengalami perubahan kognisi seperti pintar, menganalisa, menghitung dan sebagainya.

“Yang terganggu adalah mindset berfikir, artinya apa yang dia percaya itu yang dia ikuti. Mungkin yang biasa dilihat ODGJ itu berpakaian compang-camping atau tinggal di pinggir jalan, tapi ada juga ODGJ yang terlihat normal hanya dalam berfikirnya saja terganggu, sehingga akan muncul dalam bentuk perilaku dan tindakan serta emosional, dan ini berdampak,” tandasnya.

Sementara itu, AKBP I Gede Putra mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Dinas Sosial Kabupaten Mimika terkait penanganan lebih lanjut terhadap YK yang masih diamankan di sel tahanan Polsek Mimika Baru.

“Kalaupun dia (YK-Red) sekarang dalam kondisi sakit itu sudah menjadi kewajiban kita untuk bagaimana melakukan pengobatan, perawatan sampai nantinya dia bisa dipulihkan kembali seperti waktu normal,” katanya.

Adapun hasil pemeriksaan pun telah disampaikan langsung kepada RD Amandus Rahadat selaku Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika.

“Jadi, saya bersama dokter spesialis kedokteran jiwa  langsung datang ke gereja dan bertemu Pastor Paroki Katedral Tiga Raja untuk memyampaikan hasil pemeriksaan kejiwaan dari YK,” ungkapnya sekaligus mengklarifikasi isu kalau pelaku dari kalangan atau kelompok tertentu, itu adalah tidak benar.

“Soal isu itu tidak benar, mari kita sikapi permasalahan ini dengan bijak untuk Mimika yang lebih baik ke depan,” pesannya. (ine)