AMATI – Hermalina W Imbiri, Kepala DP3AP2KB Mimika saat mengamati peserta saat memotong daun bawang di Balai Kampung Mawokau Jaya, pada Jumat (1/12). (FOTO: ELISA/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KKB (DP3AP2KB) menggelar kegiatan pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kampung Mawokau Jaya.

Kegiatan tersebut dihadiri Hermalina W Imbiri, Kepala DP3AP2KB Mimika, Maria Dewi Talubun, Ketua PKK Kampung Mawokau Jaya, Narasumber dari Dinas Kesehatan, Bidang Gizi dan para peserta.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Kampung Mawokau Jaya selama dua hari sejak 30 November hingga 1 Desember 2023.

Hermalina W Imbiri mengatakan, pelatihan dan pengolahan bahan lokal yang dilaksanakan merupakan program dari kegiatan KKBPK menggunakan dana Otsus 2023.

Tujuannya, untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera, dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga yang penerapan keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera.

Kegiatan ini melibatkan 15 peserta, yang semuanya anak mereka ada yang terdampak stunting. Karena itu dengan pelatihan ini, para ibu (orang tua) dapat mengolah bahan makanan yang ada di sekitar dan murah dan mudah didapatkan guna mencukupi nilai gizi yang dapat dikonsumsi dalam keluarga terutama memberikan asupan gizi bagi anak yang menderita stunting.

“Jadi di akhir kegiatan ini para peserta akan diberikan bantuan berupa makanan dan peralatan yang dapat digunakan oleh peserta,” katanya.

Ia juga berharap dengan pelatihan ini, ibu-ibu sudah mengetahui manfaat, pengelolaan makanan dengan bahan makan yang sederhana yang dapat dikonsumsi oleh keluarga.

“Dengan itu dapat menurunkan angka stunting di Kampung Mawokau Jaya, memang disini angka stunting sudah mulai menurun namun kita berharap kedepannya tidak ada lagi anak dengan ketegori stunting,” katanya.

Sementara itu Maria Dewi Talubun mengatakan, 15 peserta ini merupakan ibu-ibu Orang Asli Papua (OAP) yang anaknya terdampak stunting.

Lebih lanjut dia, menu yang disajikan merupakan menu pagi, siang dan malam yaitu, menu pagi untuk bubur kacang hijau dan telur rebus, menu makan siang berupa karbohidrat, protein hewani dan nabati seperti telur, ikan kuah, tahu tempe, nasi dan menu untuk malam hari berupaya daging dan sayur soup.

“Kami berharap agar ibu-ibu OAP yang ada di Kampung Mawokau Jaya bisa mendapatkan pelatihan pengolahan makanan sehat ini agar sesampai di rumah mereka dapat menyiapkan makanan-makanan sehat ini kepada keluarga terutama untuk anak mereka agar mendapatkan nutrisi yang baik,”pungkasnya. (kay)