FOTO BERSAMA – Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq foto bersama Herlina Pongdatu selaku Pelaksana DP3AP2KB, Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga, serta aparatut kampung di Mimika Timur, Jumat (6/10). (FOTO: Gren/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2-KB) Kabupaten Mimika menggelar aksi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dalam rangka sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Distrik Mimika Timur.

Sosialiasi program KKBPK yang menyasar aparatur kampung dan Kader dilaksanakan di Kantor Distrik Mimika Timur pada Jumat (6/10).

Kegiatan yang dipimpin Kepala Distrik (Kadistrik) Mimika Timur, Bakri Athoriq, menghadirkan narasumber Herlina Pongdatu selaku Pelaksana DP3AP2KB, dan Onna Bunga, Kepala Puskesmas (PKM) Mapurujaya.

Melalui penyuluhan program KKBPK dengan metode KIE sesuai kearifan lokal budaya setempat, diharapkan dapat mendongkrak capaian program KKBPK 2023 di Mimika.

Bakri Athoriq, Kadistrik Mimika Timur dalam sambutannya mengatakan, program KKBPK ini relevan dengan penanganan kasus gagal tumbuh pada anak (stunting).

Pasalnya, angka stunting di Mimika Timur kini mencapai 100, sehingga semua stakeholder harus berkolaborasi dan bekerjasama untuk menekan bahkan mengeliminir stunting di Mimika, lebih khusus di Mimika Timur.

“Program-program yang direncanakan pemerintah kampung terkait penanganan stunting sudah harus berkurang di 2024,”serunya.

Menurut Bakri kerap ia disapa, ada beberapa faktor penyebab stunting, yakni pola hidup, pola makan, tempat tinggal dan tempat lain,” paparnya.

Karenanya, pihaknya tengah merancang usulan program kegiatan penanganan stunting ke dalam Musrenbang tahun depan agar angka stunting di Mimika Timur menurun.

“Kami rencana bentuk tim kebersihan di masing-masing kampong. Nanti mereka intens bersihkan kampungnya sesuai jadwal yang ditetapkan. Target

kami tahun depan kurangi 80 persen angka stunting di Mimika Timur,” tandasnya.

Sementara itu, Herlina Pongdatu seusai sosialisasi program KKBPK melalui KIE mengatakan, kegiatan ini semata untuk menurunkan kasus stunting di Mimika Timur.

“Ini merupakan kegiatan lanjut yang sudah kami lakukan di enam distrik di Timika, dengan tujuan menekan angka stunting di Mimika,” ujarnya.

Dijelaskannya, berdasar data yang diperoleh, angka stunting dan gizi buruk di Mimika Timur sudah mengalami penurunan, begitu pun di enam distrik lainnya.

Ia berharap dengan menggejarkan program KKBPK, pihaknya pun terus berupaya menekan stunting di Timika hingga 2024.

Disamping itu, Onna Bunga, Kepala PKM Mapurujaya menambahkan, pihaknya terus berkaloborasi dengan aparat kampung di Mimika Timur dalam menekan stunting.

“Aparatur Kampung Mware saat ini bekerja sama dengan kami untuk tekan stunting, karena stunting di Mware lumayan banyak. Ini disebabkan oleh pola asuh orang tua terhadap anak kurang diperhatikan dengan baik,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, Onna berharap aparat kampung maupun Kader dari masing-masing kampung harus bekerjasama dengan memperhatikan serta meningkatka pola hidup sehat masyarakat di Mimika Timur. (glt)