Kapolres Mimika AKBP Billy Hildiario Budiman. (FOTO:GREN/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id — Polres Mimika mengerahkan 150 personel gabungan Brimob dan Sabhara untuk mengamankan lokasi konflik adat di Distrik Kwamki Narama.
Kapolres Mimika AKBP Billy H. Budiman mengatakan, pengamanan dan penyekatan dilakukan pasca prosesi pembakaran jenazah almarhum Jori Murib secara adat.
“Pasca prosesi adat, kami langsung melakukan penyekatan dan pengamanan di sekitar lokasi konflik. Sebanyak 150 personel disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Kapolres kepada wartawan.
Menurutnya, pengamanan ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mendukung percepatan proses perdamaian yang tengah diupayakan bersama pemerintah daerah.
“Kami mendorong pemerintah daerah segera memfasilitasi proses perdamaian. Dari sisi kepolisian, pengamanan maksimal sudah kami lakukan agar proses perdamaian dapat berjalan dengan aman,” jelasnya.
Kapolres memastikan situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama hingga kini masih terkendali. Aparat kepolisian berjaga penuh selama 24 jam.
“Untuk menjamin rasa aman masyarakat, kami mendirikan posko di tengah lokasi konflik. Personel kami siaga 24 jam,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya perdamaian mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak, serta pemerintah provinsi.
“Koordinasi terus kami lakukan dengan Pemda Mimika dan Puncak. Sekda Puncak dan Wakil Bupati telah hadir di lokasi, dan Bupati Mimika juga terus berkoordinasi agar proses perdamaian segera terlaksana,” ungkapnya.
Kapolres menegaskan, perdamaian menjadi prioritas utama mengingat kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan awal.
“Kesepakatan dasarnya sudah ada, tinggal proses perdamaian untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Oktober 2025 atau sekitar tiga bulan terakhir,” pungkasnya. (via)















Tinggalkan Balasan