FOTO BERSAMA: Septinus Timang, Staf Ahli Bidang Politik Pemkab Mimika foto bersama Jacob Jantje Toisuta, Kepala Disparbudpora  bersama seluruh peserta kegiatan pada Kamis (5/10). (FOTO: YOSEF/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menggelar sosialisasi tentang bahaya dan penyalahgunaan narkoba, seks bebas, serta HIV AIDS bagi pemuda Orang Asli Papua (OAP).

Sosialisasi selama tiga hari ke depan dibuka Septinus Timang selaku Staf Ahli Bidang Politik Pemkab Mimika itu dilangsungkan di Hotel Cartenz pada Kamis (5/10).

Kegiatan ini diikuti 200 pemuda dan pemudi dari Karang Taruna Kelurahan, dan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabpaten (BNNK) Mimika, Dinas Kesehatan Mimika, Kejaksaan  Negeri Mimika, serta Pemuda Inspiratif Kabupaten Mimika.

Jacob Jantje Toisuta, Kepala Disparbudpora  Mimika mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang luas kepada kaum muda tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, serta bagaimana pencegahannya.

Selain iu, sebagai upaya untuk meningkatkan daya tangkal remaja dari ancaman bahaya narkoba, seks bebas dan penyakit penyertanya seperti HIV-AIDS maupun penyakit menular seksual lainnya.

Dikatakan pula, lingkungan pergaulan yang semakin bebas saat ini akan sangat berisiko bagi pemuda OAP maupun non-OAP untuk terjerumus pada hal negatif.

“Sosialisasi sangat penting untuk memberikan pandangan dan arahan agar pemuda OAP menjaga diri agar terhindar dari pengaruh negatif,” serunya.

Ia mengatakan pemuda merupakan generasi yang rentan terhadap pengaruh lingkungan.

Untuk itu sangat penting untuk dibina melalui kegiatan yang positif.

“Selain sosialisasi seperti ini kami juga melakukan pembinaan bidang seni dan olahraga untuk mengisi waktu luang pemuda OAP,” ujar Yopi kerap ia disapa.

Dia menjelaskan narkoba, seks bebas, dan HIV AIDS, merupakan sebuah mata rantai perusak masa depan pemuda saat ini.

“Awal mula dari mengenal narkoba bisa berlanjut ke seks bebas dan dampaknya yakni akan rentan terhadap virus HIV dan AIDS,” kata Yopi.

Dia menambahkan pihaknya menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika untuk memberikan sosialisasi terkait bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk menyelamatkan generasi muda Papua dari pengaruh narkoba, seks bebas, serta HIV dan AIDS,” ujar Yopi .

Diharapnya pula, usai mengikuti sosialisasi tersebut, para pemuda-pemudi mampu menghindari penggunaan narkoba juga seks bebas.

“Juga bisa sebarluaskan informasi bahaya narkoba dan HIV/AIDS di kalangan keluarga dan masyarakat luas,” tutupnya. (acm)