PENANGANAN TBC — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memperkuat penemuan dan penanganan kasus tuberkulosis (TBC) hingga tingkat kampung. (FOTO: IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi salah satu tantangan penyakit menular di daerah tersebut.
Berdasarkan data Program TBC Dinkes Mimika, sepanjang 2025 tercatat 2.407 pasien TBC menjalani pengobatan.
Sementara periode Januari-Mei 2026, ditemukan 987 kasus baru TBC.
Hingga Mei 2026, sebanyak 982 pasien masih menjalani pengobatan, termasuk pasien yang telah memulai terapi sejak tahun sebelumnya.
Adapun angka kesembuhan kohort 2024 tercatat 76 persen, sedangkan target keberhasilan pengobatan ditetapkan sebesar 90 persen.
Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan penemuan kasus secara dini, pemeriksaan, kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta pencegahan agar pasien tidak putus minum obat.
Dinkes Mimika juga memperluas pelayanan TBC hingga tingkat kampung dengan memperkuat kapasitas Puskesmas Pembantu (Pustu).
Pelayanan tersebut mencakup skrining, penemuan kasus, pemantauan pengobatan, investigasi kontak, hingga pemberian terapi pencegahan TBC.
Godfried Maturbongs, S.IP., MM., M.Kes., mengimbau masyarakat yang mengalami gejala TBC, terutama batuk berkepanjangan, segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
“Temukan TBC sedini mungkin, obati sampai sembuh, cegah penularan, dan hapus stigma terhadap penderita TBC,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang terduga TBC untuk segera menjalani pemeriksaan.
Keluarga dan masyarakat diharapkan mengikuti saran tenaga kesehatan dalam penanganan pasien TBC.
Selain itu, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mendukung proses penyembuhan sekaligus mencegah penularan TBC.
Pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan. (cr73)








Tinggalkan Balasan