FOTO BERSAMA : Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan didampingi Willem Naa Plt Kepala Dinas Pendidikan saat foto bersama para siswa siswi di kegiatan kampanye aksi bergizi, Jumat (11/8) (FOTO: YOSEF/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggandeng Dinas Pendidikan, dan Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) sebagai mitra pelaksana gizi UNICEF, menggelar Kampanye aksi bergizi kepada remaja sekolah Tahun 2023 yang dipusatkan di SMPN II Mimika, Jumat (11/8).

Mathius Sedan, Kepala Sekolah SMPN 2 Mimika  dalam mengatakan seluruh siswa baik dari SMPN 2 Mimika dan utusan sekolah lain dikumpulkan untuk bersama-sama mengikuti kampanye aksi bergizi.

“Selamat datang kepada perwakilan Dinas Kesehatan, Pendidikan dan perwakilan sekolah yang ada, semoga para perwakilan sekolah yang hadir bisa menyimak program yang disampaikan Dinkes, dan mengkampanyekan bagaimana sehat jasmani dan rohani di lingkungan sekolah,” katanya.

Sementara itu, Willem Naa, Plt Kepala Dinas Pendidikan Mimika dalam penyampaiannya mengatakan, kegiatan aksi bergizi bagi remaja sekolah sangat penting, sebab kesehatan generasi muda sangatlah penting bagi masa depan bangsa, juga masa depan Papua dan masa depan Mimika.

Ia juga mengapresiasi kepala Dinas Kesehatan yang menurutnya sangat peduli dengan kesehatan generasi muda.

“Kampanye aksi bergizi ini bisa digelar di lingkungan pendidikan karena anak-anak adalah harapan bangsa yang kami persiapkan demi kepentingan Papua dan Mimika kedepan,” ungkapnya.

Ia pun berjanji akan membuat kegiatan serupa dengan gaung yang lebih besar lagi, karena generasi muda adalah adalah masa depan daerah.

Kemudian, Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengatakan, aksi bergizi yang digelar merupakan sebuah kerjasama tiga lembaga, untuk mengampanyekan agar remaja bisa melakukan perilaku hidup dan sehat.

“Yang kita kampanyekan bagaimana remaja putri setiap minggu bisa minum tablet Fe,” katanya.

Ia menjelaskan ada tiga isu gizi yang dihadapi pada remaja yakni remaja yang sangat kurus, sangat gemuk, dan remaja yang pendek.

“Kita mencoba untuk mengintervensi ini dengan edukasi dan kampanye bersama-sama,” ungkapnya.

Silvi Eva, Perwakilan Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) selaku narasumber kegiatan menyampaikan beberapa materi yakni masalah gizi seperti kegemukan, Kurang Energi Kronik(KEK), kurang zat gizi mikro (kurangnya vitamin dan mineral), anemia dan gangguan makan.

“Penyebab masalah gizi itu karena asupan makanan yg tidak sehat (keragaman pangan yang rendah, asupan makanan tinggi Gula, Garam dan Lemak), kurang konsumsi buah dan sayur, kurangnya aktifitas fisik,” ucapnya.

Menurutnya, hanya 1 dari 10 orang remaja yang melakukan aktifitas fisik selama 60 menit setiap hari. Sumber dari Indonesian Family Life Survey (IFLS), 2014.

“Untuk memenuhinya yah kebalikan dari yang tadi harus ada keberagaman pangan yang dikonsumsi, harus ada karbohidrat, protein, vitamin dan mineral), kurangi konsumsi fast food dan junk food, perbanyak makan sayur dan buah, serta jangan lupa aktifitas fisik contohnya olahraga,” tutupnya. (acm)