Mariunus Tandiseno (FOTO: ELISA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Mariunus Tandiseno, Anggota DPRD Mimika, menyayangngkan tindakan warga yang membuang bangkai babi ke sungai yang ada di Timika, di tengah merebaknya African Swine Fever (ASF).
Sebagaimana diketahui Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.
Padahal kata Mariunus, masyarakat sudah diperingatkan berulang kali oleh pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, hingga diberi pembinaan agar tidak membuang bangkai hewan sembarangan.
“Bangkai babi yang dibuang di aliran sungai tentunya akan berdampak pada babi lainnya karena terkontaminasi air bahkan bisa mengancam kesehatan manusia,” katanya saat ditemui Timika eXpress, Kamis (7/3).
Anggota Komisi C DPRD Mimika ini mengaku terus melakukan pemantauan terkait penyakit pada babi yang disebabkan oleh virus ASF. Karena di Mimika banyak sebagian masyarakat bergantung pada usaha beternak.
ASF sangat menular dengan angka kematian yang sangat tinggi.
Hingga kini tercatat sudah 3.000 lebih babi yang telah mati, akibat virus ini. Kondisi ini tentunya sangat meresahkan dan telah menimbulkan kerugian secara ekonomi kepada masyarakat.
Karena itu lanjut dia, sangat disayangkan bahwa masyarakat masih membuang bangkai babi ke sungai, padahal sebenarnya harus dikubur di satu tempat.
Marianus juga berharap agar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) terus berupaya untuk menekan angka kematian babi di Timika dan membuat suatu lahan khusus untuk menguburkan babi yang mati.(kay)















Tinggalkan Balasan