Yulian Salossa (FOTO: DOK/ISTIMEWA)
TIMIKA,TIMIKAEXPRESS.id – Yulian Salossa, Anggota DPRD Mimika kembali menegaskan soal rekrutmen atau pembukaan lowongan kerja di RS Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah harus proritaskan Tenaga Kesehatan (Nakes) Orang Asli Papua yang berkompeten.
Penegasan ini disampaikan menyusul tersebarnya informasi pembukaan lowongan kerja di RS Banti yang kini tersebar luas di media sosial maupun kalangan masyarakat.
“Saat ini banyak putra-putri OAP yang kompeten dibidang kesehatan, tolong akomodir mereka untuk membangun Papua,” harap Yulian Salossa kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Selasa (12/9).
Terkait masih dibutuhkannya Nakes setelah RS Banti beroeprasi, politis PDI Perjuangan berharap akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah setempat harus lebih maksimal dan optimal, bila perlu tidak harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di Timika.
“Berbagai inovasi pelayanan kesehatan terus ditingkatkan, dan dimaksimalkan, ini supaya warga merasakan dampak langsung kehadiran pemerintah, terlebih masyarakat di wilayah pegunungan dan pesisir yang masih membutuhkan perbaikan pelayanan sendi-sendi kehidupan,”pungkasnya.
Secara terpisah, Marselino Mameyauw, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengatakan, rekrutmen Nakes untuk RS Banti yang baru beroperasi hanya dikhususkan bagi Nakes non ASN (Aparatur Sipil Negara) yang kini berkarya di Puskesmas dan lingkup Dinkes Mimika.
Ia menyebut jumlah Nakes yang dibutuhkan meliputi rekrutmen jangka pendek dengan kuota 50 orang, dan untuk jangka panjang sebanyak 122 untuk pelayanan di RS Banti. (ela)















Tinggalkan Balasan