TIMIKAEXPRESS.id – Suara teriakan dan kepanikan sempat memecah sore di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Selasa (14/10/2025). Saling serang antarwarga pecah, menyebabkan sembilan orang terluka akibat terkena anak panah.

Namun berkat pendekatan cepat aparat dan tokoh adat, konflik itu kini mereda.

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki, menjelaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Mimika.

“Kami langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pengamanan. Saat ini situasi sudah kondusif,” ujarnya, Rabu (15/10).

Persoalan pribadi yang memicu bentrok itu kini diselesaikan melalui jalur adat.

Kedua pihak telah bersepakat menghentikan aksi balas dendam dan menggelar prosesi pembayaran denda adat pada hari yang sama.

“Kami dorong masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan damai, tanpa kekerasan,” tegas Kapolsek.

Pendekatan seperti ini telah menjadi pola penyelesaian khas di wilayah Kwamki Narama, di mana peran tokoh adat, agama, dan pemuda menjadi kunci meredam potensi konflik.

Kini, setelah sempat tegang, warga kembali ke rumah masing-masing, menata ulang kehidupan, dan belajar lagi tentang arti penting kedamaian.

Akibat aksi saling serang antarwarga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, pada Selasa (14/10/2025) itu mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka akibat terkena anak panah. (via)