Reynold Ubra (FOTO:YOSEF/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengatakan, dalam dua minggu terakhir sebanyak tiga kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi setiap hari di Mimika. Data ini sesuai laporan setiap hari dari 58 Fasilitas Kesehatan (Fakses) kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika.

“Sejak dua minggu terakhir penemuan per hari tiga sampai empat kasus DBD. Jadi kami membangun sistem surveilans pengamatan penyakit yang berpotensi wabah itu satu kali 24 jam,” kata Reynold Ubra saat ditemui di Hotel Horison Ultima, Selasa (25/7).

Ia sangat berharap, anak-anak yang mengalami panas dan demam segera dibawa ke Faskes. Pasalnya di Mimika ini endemis malaria dan penularan DBD cukup tinggi.

“Rentan sekali kalau anak-anak yang terkena, jadi yang kami takutkan jangan sampai anak-anak alami dengue shock syndrome, suatu infeksi dengue yang ditandai dengan gangguan sirkulasi, karena perawatannya pasti di ICU,” jelasnya.

Dikatakan, menurut protokol kesehatan ketika orang yang berdomisili di wilayah endemis tinggi malaria dan DBD mengalami demam, harus diperiksa malaria, DBD dan ISPA. Selaian itu juga harus tetap waspada Covid-19 karena berdasarkan hasil gen squencer,  di Timika itu sudah ada  Covid- 19 sub varian Omicron XBB.

“Jadi kami mohon agar masyarakat Mimika terus hidup pada lingkungan yang sehat diperhatikan semua pekarangan jangan ada sampah yang menumpuk, jangan sampai ini memperparah. Yang berikut adalah harus melakukan screening DBD dengan menanyakan riwayat, mengecek tanda-tanda di kulit,” jelasnya .

Dijelaskan, di Mimika wilayah endemis yang  tinggi malaria dan DBD di Kelurahan Pasar Sentral, SP 1 dan Nawaripi, namun intervensi yang dilakukan di semua wilayah di Kota Timika ini sama.

Secara standar nasional persentase kasus DBD 49/1000 namun di Timika lebih tinggi hampir dua kali lipat yakni 60 sampai 70/1000.

Lanjutnya, dalam tahun ini ada satu kasus kematian akibat DBD.

“Kasusnya pada Februari lalu, muda-mudahan tidak ada lagi kasus kematian,” tutupnya. (acm)