PELETAKAN BATU PERTAMA – Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, bersama Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong (kanan), meletakan batu pertama pembangunan wisma unio Keuskupan Timika, Jumat (17/4/2025) (FOTO:ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Pembangunan Wisma Unio Keuskupan Timika resmi dimulai dengan dukungan dana awal sebesar Rp500 juta.

Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, menekankan pentingnya kebersamaan para imam dalam pelayanan pastoral.

Hal tersebut disampaikan usai peletakan batu pertama pembangunan Wisma Unio di Jalan SP2, Timika, Jumat (17/4/2026).

Menurut Bernardus, pembangunan wisma tersebut bertujuan menyediakan tempat tinggal sekaligus ruang perjumpaan bagi para imam projo di wilayah Keuskupan Timika.

“Kebersamaan secara fisik itu penting. Dengan adanya wisma ini, para imam bisa berkumpul, berkoordinasi, dan memperkuat pelayanan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh umat Katolik untuk turut ambil bagian dalam pembangunan, baik melalui dukungan materi maupun doa, agar proses pembangunan berjalan lancar dan membawa berkat bagi umat.

Selain itu, Bernardus berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut.

“Saya harap proposal yang sudah diajukan bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyatakan pemerintah daerah akan memberikan dukungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan keagamaan di daerah.

“Pemerintah tentu hadir untuk semua umat, termasuk mendukung pembangunan sarana keagamaan seperti ini,” ujarnya.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkoordinasi dalam memberikan dukungan terhadap pembangunan wisma tersebut.

Sementara itu, Ketua Unio Keuskupan Timika, Pastor Rufinus Madai, menjelaskan pembangunan wisma menjadi kebutuhan mendesak, mengingat selama ini para imam yang melayani di Timika belum memiliki tempat tinggal tetap.

Selain itu, keterbatasan fasilitas membuat para imam jarang berkumpul untuk melakukan koordinasi pelayanan.

“Wilayah pelayanan cukup luas dan para imam tersebar. Kehadiran wisma ini diharapkan menjadi pusat kebersamaan dan penguatan pelayanan,” katanya.

Diketahui, dana awal sebesar Rp500 juta yang telah terkumpul berasal dari Imam Projo Puncak Jaya sebesar Rp200 juta, Dekenat Kamuu Mapia Rp100 juta, Imam Projo Pania Rp5 juta, serta donatur lainnya.

Pembangunan Wisma Unio diharapkan menjadi pusat pelayanan pastoral dan pembinaan imam, sekaligus memperkuat kehidupan iman umat Katolik di Keuskupan Timika. (*)