ARAHAN – Bupati Mimika Johannes Rettob saat memberi arahan dan pesan damai bagi warga saat prosesi damai di Kwamki Narama. (FOTO:GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen mendorong Distrik Kwamki Narama di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sebagai zona damai sekaligus kawasan wisata baru.

Pemulihan stabilitas keamanan pasca-konflik menjadi kunci utama untuk membuka keterisolasian ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat menghadiri prosesi adat perdamaian antara kubu Dang dan kubu Newegalem di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Rabu (24/6/2026).

Prosesi ini menandai berakhirnya ketegangan antarkelompok yang sempat menghambat aktivitas warga.

Johannes menegaskan, pemerintah daerah siap mengalokasikan program pembangunan jika masyarakat mampu menjamin konsistensi keamanan.

Menurut dia, Kwamki Narama memiliki potensi geografis dan budaya yang besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas publik dan destinasi wisata lokal.

“Kita mau buat daerah ini menjadi lebih baik. Orang dari mana saja bisa datang ke sini untuk berlibur, berwisata, dan menikmati suasana yang aman dan nyaman,” ujar Johannes di hadapan warga yang hadir.

Sebagai simbol pemulihan sosial, Johannes bahkan berjanji akan meluangkan waktu secara berkala untuk berkunjung dan berinteraksi langsung dengan warga setempat.

Langkah ini diambil guna mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada distrik tersebut.

“Kalau situasi aman, saya akan terus datang ke sini. Kita minum kopi bersama di Kwamki Narama,” katanya menambahkan.

Transformasi Sosial

Dalam arahannya, Johannes juga meminta masyarakat secara sadar meletakkan seluruh alat perang tradisional dan tidak lagi membawanya ke ruang publik.

Pemerintah daerah memandang perdamaian adat ini harus menjadi titik balik transformasi sosial dari wilayah rawan konflik menjadi zona aman.

Stabilitas keamanan yang permanen dinilai akan mempermudah realisasi program layanan dasar dari pemerintah, seperti pemenuhan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Pernyataan dan komitmen pemerintah daerah tersebut disambut positif oleh tokoh masyarakat dan warga yang hadir dalam prosesi perdamaian.

Mereka berharap momentum perdamaian ini menjadi babak baru bagi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan di Distrik Kwamki Narama yang selama ini tertinggal akibat riak konflik. (*)

Penulis: Gren Telaubun
Editor: Maurits SDP