Plt. Kepala BPBD Mimika Agustina Rahadad. (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menyeleksi lima personel terbaik untuk dipersiapkan menjadi anggota tim rescue khusus.
Kelima personel tersebut akan menjalani pelatihan secara bertahap bersama Kantor SAR Mimika.
Seleksi dilakukan setelah pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang berlangsung selama dua hari hingga akhir Agustus 2026 di lingkungan Kantor SAR Mimika.
Dari total 50 peserta pelatihan, sebanyak 25 personel BPBD Mimika mengikuti proses seleksi.
Mereka mayoritas merupakan CPNS baru yang diterima pada Agustus 2026 dan berasal dari sejumlah bidang, antara lain pemadam, pencegahan, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta logistik.
Penilaian dilakukan berdasarkan materi yang diberikan narasumber dan instruktur serta hasil simulasi praktik yang berlangsung dari pagi hingga sore.
Dari proses tersebut, ditetapkan lima personel dengan hasil terbaik.
Nama kelima personel tersebut belum diumumkan.
Mereka nantinya akan mengikuti pelatihan berjenjang bersama tim SAR Mimika untuk meningkatkan kemampuan dalam penanganan dan penyelamatan korban bencana.
Plt. Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahadad, mengatakan seleksi dilakukan secara khusus terhadap personel BPBD sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kapasitas penanganan bencana.
“Dari 25 orang personel BPBD itu dipilih lima berdasarkan materi dan simulasi dari pagi sampai sore. Kelima orang itu nanti bersama tim SAR turun menangani bencana, penyelamatan di laut maupun di mana pun,” kata Agustina.
Menurut dia, kelima personel tersebut harus menjalani latihan secara rutin dan berjenjang.
Materi latihan akan mencakup kemampuan penyelamatan di laut, darat, hingga ketinggian sehingga membutuhkan kesiapan fisik dan keterampilan khusus.
Rencana pelatihan lanjutan selama 21 hari akan dimasukkan dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2027.
“Jadwal latihan akan dibuat Kantor SAR dan kami masukkan di APBD 2027 karena pelatihannya 21 hari dan butuh anggaran,” ujarnya.
XAgustina menambahkan, pembentukan tim rescue khusus tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses seleksi. Kelima personel harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu memberikan pertolongan secara cepat dan tepat ketika terjadi bencana.
Selain membentuk tim rescue khusus, BPBD Mimika juga merencanakan pelantikan Tim Reaksi Cepat (TRC) relawan pada pekan ketiga September 2026.
Surat Keputusan (SK) Bupati terkait pembentukan tim tersebut telah diterbitkan sejak 2025.
“Kami juga punya rencana pelantikan Tim Reaksi Cepat relawan di minggu ketiga ini. SK Bupati sudah ada sejak 2025, tahun ini dilantik, lalu tahun depan baru diberi pelatihan bertahap dan berjenjang,” kata Agustina.
BPBD Mimika sebelumnya juga telah memiliki tim relawan pemadam yang berasal dari lima distrik.
Agustina berharap penguatan kapasitas personel dan relawan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Harapan kami, kegiatan ini berlanjut, mendidik dan menyeleksi sesuai keterampilan mereka, agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat terjadi bencana,” tutupnya. (*)


























Tinggalkan Balasan