MONEF – Tim Dinas Kesehatan foto bersama petugas Puskesmas Mapar usai melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mapar, Selasa (13/10/2026). (FOTO:IST/TIMEX)

SMIMIKA, timikaexpress.id — Keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu kendala yang perlu diantisipasi dalam proses rujukan pasien dari Puskesmas Mapar, Distrik Mimika Barat Tengah ke rumah sakit di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Persoalan ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika saat melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mapar, Selasa (13/10/2026).

Di wilayah pesisir tersebut, rujukan pasien dengan kondisi medis serius mengandalkan transportasi laut menggunakan perahu cepat atau speedboat.

Selain ketersediaan BBM, kelancaran perjalanan juga bergantung pada kondisi cuaca.

Petugas kesehatan Puskesmas Mapar menyampaikan bahwa kepastian ketersediaan BBM diperlukan agar proses rujukan pasien berjalan lancar.

Dalam kondisi darurat, keterlambatan rujukan berpotensi memperlambat pasien mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sebelumnya, penyediaan BBM untuk kebutuhan rujukan pasien telah disepakati menjadi tanggung jawab pemerintah kampung melalui alokasi Dana Kampung.

Namun, berdasarkan laporan petugas di lapangan, pelaksanaan kesepakatan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada kasus rujukan darurat yang terjadi.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinkes Mimika, Carolina Heatubun, meminta petugas puskesmas segera berkoordinasi dengan pemerintah kampung untuk mengevaluasi kesepakatan tersebut dan memastikan solusi yang jelas.

“Segera duduk bersama Kepala Kampung untuk mengevaluasi masalah ini. Minta komitmen dari pihak kampung terkait tanggungan BBM pasien rujukan. Mari kita samakan persepsi sebelum timbul masalah saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Carolina.

Ia menegaskan, koordinasi dan komitmen antara pihak puskesmas dan pemerintah kampung diperlukan agar persoalan BBM tidak menghambat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Dinkes Evaluasi Pelayanan Kesehatan Primer

Monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya Dinkes Mimika untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan primer serta komunitas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mapar.

Carolina menjelaskan, evaluasi mencakup sejumlah program kesehatan keluarga, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pelayanan gizi, promosi kesehatan, hingga pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Mimika juga berdiskusi dengan petugas puskesmas untuk meninjau pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menghimpun saran dan masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Carolina turut mengingatkan tenaga kesehatan agar menjaga disiplin dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.

Menurutnya, petugas tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi harus aktif menjangkau warga yang membutuhkan pelayanan.

Kunjungan rumah secara rutin, lanjutnya, menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan, tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai.

Dinkes Mimika berharap hasil monitoring dan evaluasi tersebut dapat mendorong perbaikan pelayanan di Puskesmas Mapar, termasuk memastikan kejelasan penyediaan BBM untuk rujukan pasien.

Dengan koordinasi dan komitmen yang jelas antara petugas kesehatan dan pemerintah kampung, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan dapat mengakses layanan rujukan dan memperoleh penanganan medis lanjutan secara lebih cepat dan layak. (*)

Penulis: Yeson P. Wenda
Editor: Maurits SDP