BINGKISAN – Ketua DPC PWKI Mimika, Maryana J.E. Hamadi S.Hut, M.Si menyerahkan bingkisan kasih kepada salah seorang murid didampingi pengurus PWKI dan Wakil Kepala Sekolah SLB Negeri Timika, Murni Mangero. (FOTO: Linda Bubun Langi/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Memperingati momen hari Hari Kartini yang jatuh pada 21 April setiap tahunnya, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Mimika, melakukan kunjungan kasih ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Timika, di Jalan Poros SP 5, Jumat (19/4/2024), yang dihadiri langsung oleh Ketua PWKI Mimika, Maryana J.E. Hamadi S.Hut, M.Si didampingi sejumlah pengurus lainnya.
Rombongan disambut oleh Wakil Kepala Sekolah SLB Negeri Timika, Murni Mangero, serta para guru dan Murid SLB Negeri Timika. Selain melaksanakan ibadah singkat, pengurus DPC PWKI Mimika juga melaksanakan senam bersama anak-anak di halaman sekolah.
PWKI adalah salah satu organisasi sebagai tempat berkumpul dan berkarya bagi wanita-wanita Kristen Indonesia yang terpanggil untuk memberikan pelayanan kepada sesama melalui kegiatan-kegiatan keagamaan dan juga sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan kedamaian, kesejahteraan dan mewujudkan kasih bagi sesame.
Karena itu, melalui momen Harti Kartini, PWKI Mimika hadir sebagai seorang ibu (mama) yang memberi kehangatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang berjumlah sekitar 106 murid dengan berbagai kebutuhan khusus di SLB Negeri Mimika.
Pada momen kunjungan kasih ini bertepatan pada hari Jumat, pengurus melaksanakan senam bersama anak-anak di halaman sekolah. Selanjutnya dilaksanakan ibadah singkat di salah satu aula sekolah. Ibadah dipimpin Pdt Tina Teturan, S.Th.
Di sela-sela ibadah pengurus juga berdoa khusus dan menumpangkan tangan bagi para.
Sementara itu, Ketua DPC PWKI Mimika. Maryana Hamadi dalam sambutannya menyampaikan, kehadirannya bersama rombongan adalah bentuk kasih kepada naka-anak SLB Timika, mewakili seluruh wanita Kristen di Mimika.
“Kami di sini karena kami juga menyayangi dan mengasihi anak-anak, dan sesuatu yang sangat membahagaikan kami boleh berada di sini,” katanya.
Kahadiran PWKI ini juga sebagain dari visi dalam rangka menyebarkan cahaya dan cahaya kasih Kristus.
“Apa yang kami bawa tidak cukup untuk anak2 di sini. Yang paling utama adalah kami menghadirkan Yesus untuk memberkati anak-anak,” katanya lagi.
Ia juga menyampaikan akan mendokan anak-anak di SLB tanpa terkecuali agar kedepan anak-anak di sini menerima pendidikan dengan baik dan memberikan perubahan baik kesehatan maupun pendidikan.
“Anak-anak semua berharga di hadapan Tuhan. Tidak ada satu ciptaan Tuhan tanpa tujuan. Ketika Tuhan hadirkan anak-anak maka Tuhan akan ada untuk anak-anak dan menyediakan segala sesuatu yang diperlukan,” ungkapnya lagi.
Ditambahkan, sejauh ini dirinya tidak tahu pasti seprti apa perhatian pemrintah terhadap sekolah berkebutuhan khusus itu, namun melalui bidang advokasi PWKI, pihaknya akan berupaya untuk menggandeng atau menghubungkan dengan para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta termasuk LSM agar memberikan perharian terhadap SLB.
Lanjutnya, seperti disampaikan oleh pihak sekolah, bahwa anak-anak S:B Negeri Timika mdengan berbagai kebutuhan khusus, juga sudah membuktikan kemampuan mereka dengan mengikuti berbagai lomba, baik tingkat provinsi maupun pusat dan bahkan memboyong juara.
Ini menunjukkan bahwa nak-anak dengan kebutuhan khusus yang ada di SLB Neeri Timika memiliki potensi yang luar biasa, di samping itu, hal ini juga menunjukkan bahwa para guru di SLB juga luar biasa dalam membimbing dan memberikan pendidikan yang terbia bagi anak-anak.
“Kami memberikan apresiai bagi semua guru di sini yang penuh kesabaran dan dedikasi yang tinggi dalam membimbing dan mendidik anak-anak dengan berbagai kebutuhan khusus. Tentunya ini bukan hal mudah,” katanya.
Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Murni Mangero, Wakil Kepala Sekolah SLB juga menyampaikan ucapan terimaksih aas perhatian yang diberikan oleh PWKI Mimika. Menurutnya kunjungan ini sangat berarti, selain memberikan motivasi secara moril, juga berbagai kasih dengan anak-anak yang memang membutuhkan banyak hal.
Katanya, di SLB Negeri jumlah murid terdiri dari 106 anak dengan berbagai kebutuhan khusus diantaranya, penyandang tunanetra, penyandang tunarungu, penyandang tunagrahita, penyandang tunadaksa, penyandang tunalaras, dan penyandang autis.
Sebagaimana diketahui, SLB adalah bentuk pendidikan bagi mereka yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran pada umumnya dikarenakan adanya kelainan fisik, kelainan emosional, atau mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
Usai ibadah, acara dilanjutnkan dengan penyerahan bingkisan kasih kepada pihak sekolah yang diterima oleh perwakilan murid SLB. Acara ditutup dengan ramah-tamah. (linda)















Tinggalkan Balasan