PERKENALKAN HURUF – Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Iptu Teguh Krisandi Fardha, S.Tr.K., M.H., memperkenalkan huruf kepada anak-anak pesisir dalam kegiatan Taman Baca Kemala Cendekia di Pomako, Senin (19/10/2026). (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Setelah lama vakum, Taman Baca Kemala Cendekia Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako kembali diaktifkan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polri untuk menumbuhkan minat baca dan mendukung pemberantasan buta aksara di wilayah pesisir.

Melalui taman baca tersebut, anak-anak usia dini diajak mengenal huruf, membaca, dan belajar sejak dini.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus mendorong anak-anak memanfaatkan waktu luang dengan aktivitas positif.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Iptu Teguh Krisandi Fardha, S.Tr.K., M.H., mengatakan pengaktifan kembali taman baca merupakan langkah awal untuk membangun kebiasaan membaca dan belajar, khususnya di kalangan anak-anak pesisir.

“Kami lakukan pengaktifan taman baca ini sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak usia dini agar dapat terhindar dari kebiasaan-kebiasaan negatif serta untuk menumbuhkan minat baca dan belajar, sehingga saat menempuh pendidikan di jenjang berikutnya, mereka tidak ketinggalan dengan anak-anak lain,” jelas Teguh di ruang kerjanya seusai kegiatan, Senin (19/10/2026).

Ia menambahkan, Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako akan terus berupaya menghadirkan kegiatan positif lainnya bagi anak-anak.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung pendidikan mereka, menekan risiko putus sekolah, serta membantu memperluas pengetahuan.

Pada kegiatan perdana setelah diaktifkan kembali, anak-anak berusia sekitar 6 hingga 10 tahun terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas di taman baca.

Selain belajar mengenal huruf dan membaca, mereka juga diajak mendengarkan cerita atau storytelling.

Kegiatan ini bertujuan melatih daya imajinasi, kemampuan menyimak, dan ketertarikan anak terhadap kegiatan literasi.

Teguh berharap masyarakat, terutama orang tua, turut mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut dengan memberikan motivasi dan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya pendidikan.

“Harapan kami ke depannya hal positif ini didukung oleh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk dapat memberikan pemahaman maupun motivasi kepada anak-anaknya agar ikut serta, karena kegiatan ini merupakan modal awal untuk melakukan perubahan,” pungkasnya. (via)