Ketua FKUB Kabupaten Mimika,Dr. Jefrey Chris Hutagalung, (FOTO:GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Menyongsong Konferensi Kota Toleran (KKT) II yang akan berlangsung di Kabupaten Mimika pada 14–17 November 2026, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Dr. Jefrey Chris Hutagalung, mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.

Jefrey mengatakan, setiap pemimpin dari masa ke masa memiliki visi dan misi yang terkadang serupa, meskipun diwujudkan melalui pola dan pendekatan yang berbeda.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terangkum dalam tema “Mimika Rumah Kita” dan slogan “Eme Neme Yauware” harus terus menjadi landasan masyarakat untuk bekerja sama di tengah keberagaman.

“Saya meminta dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk dapat menjaga dan merawat toleransi, kerukunan, dan keharmonisan antarumat beragama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Mimika telah tumbuh sejak zaman leluhur dan para perintis daerah ini.

Karena itu, FKUB Mimika berupaya menjaga dan meneruskan semangat toleransi yang telah hidup bahkan sebelum pemerintahan terbentuk.

“Ini semangat daripada leluhur. Mereka sudah bersepakat bersama untuk menjaga, merawat, dan membina masing-masing kelompok umat beragama dan juga rumah ibadah,” jelasnya.

Jefrey mencontohkan, pada perayaan Idul Fitri, pemuda Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha kerap turut menjaga rumah ibadah. Semangat saling menjaga tersebut juga dilakukan secara timbal balik oleh umat beragama lainnya.

“Hal ini terjaga dari waktu ke waktu hingga saat ini,” katanya.

Ia berharap semangat yang diwariskan para leluhur tersebut terus dipelihara oleh generasi sekarang dan mendatang.

Menurut Jefrey, kepercayaan yang diberikan kepada FKUB Mimika untuk menjaga kerukunan sekaligus menyongsong KKT II merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“FKUB Mimika diberi kepercayaan untuk menjaga kerukunan, toleransi, dan sekaligus untuk menyongsong KKT ke-II. Ini merupakan kepercayaan dari pemerintah pusat melalui stakeholder yang ada, sehingga Kota Timika ditetapkan sebagai tempat dilaksanakannya KKT ke-II, mulai tanggal 14–17 November 2026, puncaknya itu pada tanggal 16 November 2026,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong KKT II, FKUB Mimika menggelar Mini Soccer Kerukunan pada 12–14 Oktober 2026.

Selain itu, konser bertema “Simponi Kita Merayakan Kerukunan” dijadwalkan berlangsung di Tongkonan pada 16 Oktober 2026 pukul 19.00 WIT.

Jefrey menegaskan, tidak ada satu agama pun yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada agama lainnya.

Setiap umat beragama memiliki hak yang sama untuk menjalankan keyakinan dan memperoleh perlakuan yang setara.

“Tidak ada satu agama pun yang menghegemoni agama yang lain. Kita memiliki hak yang sama, bahkan pemerintah daerah, tokoh-tokoh masyarakat juga menerima hak sama, dan perlakuan yang sama,” tuturnya.

Ia kembali mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh agama, rohaniwan, dan masyarakat Mimika, untuk mendukung FKUB dalam menjaga dan merawat kerukunan agar toleransi semakin kuat dan kehidupan masyarakat tetap harmonis.

“Mari sama-sama kita jaga negeri ini agar kita boleh beraktivitas, berkarya dengan baik demi negeri ini, Mimika tercinta,” pungkasnya. (*)

Penulis: Gren Telaubun
Editor: Maurits SDP