FESTIVAL BUDAYA —Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Elisabeth Cenatin, memukul tifa menandai pembukaan festival Seni Budaya Amungme dan Kamoro yang digelar dalam rangkaian HUT ke-30 Kabupaten Mimika, dan Hari Kebudayaan Tahun 2026 di lapangan eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso, Mimika. (FOTO: YESON WENDA/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Mimika menggelar Festival Seni Budaya Amungme dan Kamoro dalam rangkaian HUT ke-30 Kabupaten Mimika dan Hari Kebudayaan Tahun 2026.

Festival budaya mengusung tema “Merawat Ceritera, Menghidupkan Musik dan Melestarikan Budaya di Tanah Amungsa Bumi Kamoro” resmi dibuka pada Senin (5/10/2026).

Festivak budaya yang akan berlangsung selama 4 hari, hingga Kamis, 8 Oktober 2026 dipusatkan di lapangan eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso, Mimika.

Festival mengangkat kekayaan budaya masyarakat Amungme dan Kamoro, mulai dari pakaian adat, cerita rakyat, musik tradisional hingga beragam seni budaya lokal setempat.

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi generasi muda, pelajar, seniman, pelaku seni serta pelaku ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Mimika.

Selain melestarikan dan memperkenalkan budaya Amungme dan Kamoro, festival diarahkan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan leluhur.

Kegiatan juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya serta dokumentasi cerita rakyat, musik dan tradisi lokal bagi generasi mendatang.

Festival ini melibatkan sekitar 30 sanggar untuk kategori kerajinan, rajutan, anyaman dan ukiran.

Selain itu, terdapat 12 sanggar kuliner, 20 peserta fashion show dan 20 peserta kategori cerita rakyat.

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, S.Pd., mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival.

Menurut Fransiskus, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga, merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi berikutnya.

“Tema yang kita angkat pada festival kali ini bukan sekadar rangkaian kata-kata. Tema ini adalah doa, harapan, dan komitmen kita bersama untuk menjaga warisan leluhur yang telah dititipkan kepada kita semua,” ujarnya.

Ia mengatakan Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro kaya akan cerita dan sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen terus mendukung para pelaku kebudayaan dan kesenian.

Fransiskus berharap festival menjadi panggung bagi para pencerita untuk membagikan kisah leluhur, para musisi menghidupkan kembali melodi tradisional, serta para penari mengekspresikan gerak yang diwariskan nenek moyang.

“Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat Mimika untuk merayakan kebersamaan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran, inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terus mengenal, menjaga dan mencintai kebudayaan Amungme dan Kamoro. (cr-73)