BIMTEK – Pelaksanaan Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat Kabupaten dan distrik se-Kabupaten Mimika, Kamis (1/10/2026). (FOTO: SELVY/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) memperkuat kemampuan mendeteksi potensi konflik sosial dan menangkal penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Dorongan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM Anggota FKDM tingkat kabupaten dan distrik se-Kabupaten Mimika, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol Mimika itu diikuti perwakilan 18 distrik dan menghadirkan narasumber dari Direktorat Kewaspadaan Dini Kementerian Dalam Negeri.

Ananias mengatakan, FKDM memiliki peran penting dalam membaca perkembangan situasi di tengah masyarakat, mengidentifikasi potensi persoalan serta membangun komunikasi sebelum berkembang menjadi konflik.

“Kita butuh kemampuan untuk membaca situasi, mendengar suara masyarakat, mengidentifikasi potensi persoalan, serta membangun komunikasi sebelum sesuatu persoalan berkembang menjadi konflik,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan kewaspadaan dini di Mimika tidak hanya berkaitan dengan konflik sosial, tetapi juga penyebaran hoaks, intoleransi dan potensi bencana alam.

Karena itu, FKDM diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam memberikan informasi yang akurat dari lapangan.

Ananias juga mengingatkan anggota FKDM agar tidak langsung menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial sebelum memastikan kebenarannya.

“Jangan jadi bagian dari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya. Sebaliknya, jadilah bagian dari solusi dengan melakukan verifikasi, klarifikasi, dan komunikasi yang tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Mimika Ronny S. Marjen mengatakan, FKDM di setiap distrik dapat menjadi sumber informasi awal bagi pemerintah untuk mengonfirmasi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kita lihat, kita dengar, kita catat, kita verifikasi, kita meneliti kebenaran. Jangan kita asal share informasi,” katanya.

Ia mencontohkan informasi mengenai kondisi di Kapiraya yang beredar di luar wilayah tersebut dapat dikonfirmasi kepada FKDM setempat untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Ronny menambahkan, Kesbangpol juga melakukan patroli digital untuk memantau informasi yang berkembang di media sosial.

Ia meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan.

Ananias berharap peserta Bimtek dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di wilayah masing-masing, termasuk dalam menggunakan media digital secara bijak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (cr-72)