SAMBUTAN — Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Emelia Catrece Samaran, S.Hut., M.Si membawakan sambutan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemantauan Pemeliharaan Anak Terlantar yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Mimika di Hotel Serayu Timika, Selasa (22/9/2026). (FOTO : IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Lebih dari 20 kader anak selama ini menjadi perpanjangan tangan Dinas Sosial Kabupaten Mimika dalam menjangkau anak-anak terlantar di masyarakat.
Para kader turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, pendataan, dan pendampingan.
Dari hasil asesmen bersama Dinas Sosial, sebanyak 250 anak terlantar telah terdata dan mendapatkan pendampingan.
Namun, dalam menjalankan tugas tersebut, para kader masih menghadapi kendala, salah satunya belum adanya legalitas resmi saat melakukan pendataan di lapangan.
Karena itu, Dinas Sosial Kabupaten Mimika menyiapkan Surat Keputusan (SK) bagi para kader anak agar memiliki kedudukan resmi dalam menjalankan tugasnya.
Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Pemantauan Pemeliharaan Anak Terlantar yang digelar Dinsos Mimika di Ruang Kasuarai, Hotel Serayu Timika, Selasa (22/9/2026).
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Emelia Catrece Samaran, S.Hut., M.Si., mengatakan legalitas diperlukan agar kader lebih mudah melakukan asesmen dan pendataan di tengah masyarakat.
“Selama ini ketika mereka turun di lapangan untuk meng-assessment anak terlantar, biasa ada penolakan dari masyarakat karena legalitas mereka belum punya. Karena itu kami sementara buat SK supaya ke depan mereka memiliki legalitas,” ujar Emelia.
Menurut Emelia, keberadaan kader sangat membantu pemerintah dalam menemukan dan mendata anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Saat ini, lebih dari 20 kader tersebar di sejumlah distrik terdekat.
Hasil temuan mereka di lapangan kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan masing-masing anak.
“Hasil yang mereka dapat di lapangan akan dikoordinasikan dengan Dinsos untuk mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan masing-masing anak,” jelasnya.
Bekerja dengan Kepedulian
Kegiatan monev tersebut merupakan tindak lanjut dari pendampingan yang telah dilakukan bersama para kader sekitar dua bulan sebelumnya.
Selain evaluasi, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penggunaan aplikasi pendataan serta penyerahan bantuan permakanan bagi kader dan anak-anak terlantar.
Dalam pelaksanaan tugas, para kader masih menghadapi keterbatasan dukungan operasional. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan kepedulian mereka untuk tetap mendampingi anak-anak terlantar.
“Mereka kerja dengan hati, mereka belum ada biaya. Mereka melakukan ini karena ketulusan dan kepedulian terhadap anak-anak terlantar,” kata Emelia.
Dinsos Mimika selanjutnya akan mendorong kebutuhan kader, termasuk legalitas dan dukungan program, melalui tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat kampung hingga distrik.
Jangkauan Masih Terbatas
Saat ini, jangkauan kader masih berada di distrik-distrik dalam wilayah kota.
Distrik yang lebih jauh belum dapat dijangkau secara maksimal karena membutuhkan biaya transportasi dan penjangkauan yang lebih besar.
“Kalau distrik yang jauh belum bisa karena membutuhkan penjangkauan dan transportasi. Untuk sementara masih distrik terdekat, tetapi kami terus melakukan pemantauan sehingga data anak terlantar dapat terus berkembang sesuai temuan di lapangan,” ujarnya.
Emelia berharap masyarakat dapat menerima keberadaan kader ketika melakukan pendataan.
Dukungan masyarakat dinilai penting agar kader dapat memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi anak di lapangan.
Data yang akurat, kata dia, menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan bentuk dukungan dan penanganan sesuai kebutuhan masing-masing anak.
“Kami berharap masyarakat bisa menerima mereka dan memberikan data yang valid. Data yang tepat akan menjadi dasar dalam memberikan dukungan dan penanganan bagi anak-anak terlantar,” pungkasnya. (cr-72)








Tinggalkan Balasan